Senin, Juni 27, 2022
spot_img
BerandaFiqih Do'a dan DzikirKEUTAMAAN DAN URGENSI SYUKUR

KEUTAMAAN DAN URGENSI SYUKUR

KEUTAMAAN DAN URGENSI SYUKUR

Amat banyak keutamaan dan urgensi syukur. Buktinya Allah Ta’ala memotivasi kita untuk menjalankannya, sekaligus melarang kita dari kebalikannya. Allah juga memuji para ahli syukur dan menjanjikan balasan istimewa bagi mereka. Sebaliknya ancaman pedih juga ditujukan kepada orang-orang yang enggan bersyukur.

Banyak ayat atau hadits yang memerintahkan kita untuk mensyukuri nikmat Allah Ta’ala, ada yang berupa perintah secara jelas, sebagaimana dalam firman Allah Azza wa jalla,

وَّاشْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ

Artinya: “Syukurilah nikmat Allah jika kalian benar-benar hanya beribadah pada-Nya” (QS. An-Nahl (16): 114)

Adapula yang berbentuk janji balasan istimewa bagi hamba yang bersyukur, diiringi ancaman bagi yang tidak bersyukur, sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala,

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya: “Ingatlah tatkala Rabb kalian menetapkan: jika kalian bersyukur niscaya akan Ku tambah (nikmat-Ku) pada kalian, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim (14): 7)

Maka bilamana kita merasakan bahwa nikmat Allah tak kunjung bertambah, maka bersegeralah untuk memperbanyak syukur kepada-Nya. Apapun bentuk kenikmatan tersebut, entah itu rizki, kesehatan, keturunan, ketenangan, kedudukan atau apapun juga.

Di dalam ayat lain, Allah Ta’ala telah mengabarkan bahwa musuh-Nya, yakni Iblis, telah menjadikan salah satu target utamanya adalah menjadikan para manusia tidak bersyukur. Karena dia tahu betul betapa tingginya kedudukan syukur.

Allah menuturkan sumpah Iblis,

ثُمَّ لَاٰتِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ اَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَاۤىِٕلِهِمْۗ وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ شٰكِرِيْنَ

Artinya: “Aku (iblis) pasti akan menggoda manusia dari depan, belakang, kanan dan kiri mereka. Sehingga Engkau akan melihat sebagian besar manusia tidak bersyukur kepada-Mu”. (QS. Al-A’râf (7): 17)

Karena itulah kita dapati bahwa hamba Allah yang pandai bersyukur jumlah mereka amatlah sedikit. Sebagaimana yang telah Allah ceritakan dalam firman-Nya,

وَقَلِيْلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُوْرُ

Artinya: “Sedikit sekali di antara para hamba-Ku yang bersyukur”. (QS. Saba’ : 13)

Allah Menggandengkan syukur dengan iman dan tidak akan Mengadzab orang yang bersyukur.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

مَا يَفْعَلُ اللّٰهُ بِعَذَابِكُمْ اِنْ شَكَرْتُمْ وَاٰمَنْتُمْۗ وَكَانَ اللّٰهُ شَاكِرًا عَلِيْمًا

Allah tidak akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui. (QS. An-Nisa’ 147)

Artinya jika manusia bersyukur dan beriman maka tidak ada sebab datangnya adzab pada dirinya.

Orang yang bersyukur akan di ridhoi Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman :

وَاِنْ تَشْكُرُوْا يَرْضَهُ لَكُمْۗ

Artinya :”Jika kamu bersyukur, Dia meridhai kesyukuranmu itu.(QS. Az-Zumar : 7)

Syukur Adalah Salah Satu Sifat Allah

Ketahuilah bahwa syukur merupakan salah satu sifat dari sifat-sifat Allah yang husna. Yaitu Allah pasti akan membalas setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh hamba-Nya, tanpa luput satu orang pun dan tanpa terlewat satu amalan pun. Allah Ta’ala berfirman,

اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ

“Sesungguhnya Allah itu Ghafur dan Syakur” (QS. Asy-Syura: 23)

Hal ini menunjukan bahwa orang bersyukur telah mengikuti nama dan sifat Allah Yang Mulia yang tentunya dia akan menjadi orang yang mulia dan terpuji.

Syukur Adalah Sifat Para Nabi

Allah Ta’ala berfirman tentang Nabi Nuh ‘Alaihissalam,

Dan inilah dia sayyidul anbiya, pemimpin para Nabi, Nabi akhir zaman, Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam, tidak luput dari syukur walaupun telah dijamin baginya surga. Diceritakan oleh Ibunda ‘Aisyah Radhiallahu’anha,

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam biasanya jika beliau shalat, beliau berdiri sangat lama hingga kakinya mengeras kulitnya. ‘Aisyah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, mengapa engkau sampai demikian? Bukankan dosa-dosamu telah diampuni, baik yang telah lalu maupun yang akan datang? Rasulullah besabda: ‘Wahai Aisyah, bukankah semestinya aku menjadi hamba yang bersyukur?’” (HR. Bukhari no. 1130, Muslim no. 2820).

Syukur Adalah Ibadah

Allah Ta’ala dalam banyak ayat di dalam Al-Qur’an memerintahkan manusia untuk bersyukur kepada-Nya. Maka syukur adalah ibadah dan bentuk ketaatan atas perintah Allah. Allah Ta’ala berfirman,

“Ingatlah kepada-Ku, maka Aku akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah ingkar” (QS. Al Baqarah: 152)

Syukur Adalah Sifat Orang Beriman

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

“Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mu’min sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya” (HR. Muslim no.7692).

Penulis : Haidar Andika

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

PALING POPULER