HADITS-HADITS PERMINTAAN PERLINDUNGAN (2)

Kedua, dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa  Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam biasa berdoa:

اللَّهُم لَكَ أسْلَمْتُ وبِكَ آمنْتُ، وعليكَ توَكَّلْتُ، وإلَيكَ أنَبْتُ، وبِكَ خاصَمْتُ. اللَّهمَّ إنِي أعُوذُ بِعِزَّتِكَ، لا إلَه إلاَّ أنْتَ أنْ تُضِلَّنِي أنْت الْحيُّ الَّذي لاَ تمُوتُ، وَالْجِنُّ وَالإِنْسُ يمُوتُونَ

‘Ya Allah, hanya untuk-Mu aku pasrahkan diri (berislam), hanya kepada-Mu aku beriman, atas-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku bertaubat, karena-Mu aku berdebat. Ya Allah, sungguh aku berlindung dengan kemualiaan-Mu, tidak ada sembahan yang hak kecuali Engkau, dari Engkau sesatkan. Engkau maha hidup yang tidak mati, sedangkan jin dan manusia akan mati.” (HR. Muslim).

Dalam doa ini terdapat permintaan perlindungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari kesesatan. Yaitu menyimpang dari jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang lurus dan agama-Nya yang hanif (Tauhid).

Dalam doa ini terdapat keterangan bahwa petunjuk dan kesesatan ada ditangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا (١٧)

“Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah maka dia yang mendapat petunjuk, dan siapa yang disesatkan, maka sekali-kali engkau tidak dapati baginya wali pemberi petunjuk.” (Al-Kahfi: 17). Dan firman-Nya :

وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ (٣٦)

“Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak ada baginya pemberi petunjuk.” (Az-Zumar:36). Dan firman-Nya:

وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ سَبِيلٍ (٤٦)

“Dan barang siapa disesatkan Allah maka tidak ada jalan baginya.” (Asy-Syura: 46) dan firman-Nya :

مَنْ يَشَأِ اللَّهُ يُضْلِلْهُ وَمَنْ يَشَأْ يَجْعَلْهُ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (٣٩)

“Barang siapa dikehendaki Allah niscaya Dia menyesatkannya, dan barang siapa Dia kehendaki niscaya Dia jadikan di atas jalan yang lurus.” (Al-An’am: 39). Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لا يَمُوتُ

“Bertawakallah kepada Maha Hidup yang tidak mati.” ( Al-Furqan: 58), dan firman-Nya:

اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ (٢)

“Allah, tidak ada sesembahan yang haq kecuali Dia, Maha Hidup lagi Maha Mengayomi.” (Ali Imran: 2)

Ketiga, dari Saad bin Abi Waqqash Radhiyallahu ‘Anhu dia berkata, “Berlindunglah menggunakan kalimat-kalimat yang biasa digunakan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam meminta perlindungan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ مِنَ الْجُبْنِ , وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ , وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ, وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْقَبْرِ

‘Ya Allah, Sungguh aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut, dan aku berlindung kepada-Mu dari kekikiran, dan aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan kepada usia yang paling rendah, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan azab kubur.’”

Hadits ini mengandung permintaan perlindungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari lima perkara :

  1. Dari kepengecutan yaitu lawan dari keberanian. Sifat ini lahir dari kelemahan hati dan ketakutan jiwa.
  2. Dari kebakhilan, yaitu menahan dari memberikan sesuatu yang wajib diberikan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ (١٨٠)

“Dan janganlah orang-orang yang bakhil (mengeluarkan) apa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan kepadanya berupa karunia-Nya, bahwa ia baik bagi mereka, sungguh akan dikalungkan apa yang mereka bakhilkan itu pada hari kiamat, dan bagi Allah perbendaharaan langit dan bumi, dan Allah mengetahui apa yang kamu lakukan.” (Ali Imran:180)

  • Dari dikembalikan kepada umur yang paling rendah. Yaitu dikembalikan seperti keadaan anak-anak, dalam hal ini kelemahan akal, sedikitnya pemahaman, dan lemahnya kekuatan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّاكُمْ وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْ لا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌ (٧٠)

“Dan Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu, dan diantara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah, sehingga dia tidak mengetahui sesuatu sesudah dia mengetahuinya, sungguh Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (An-Nahl : 70)

  • Dari fitnah dunia, yaitu dari syahwat-syahwat yang melalaikan serta menghalangi hati untuk memperhatikan nikmat-nikmat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ (١٤)

“Dihiasi untuk manusia kecintaan syahwat terhadap perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda sangat banyak dari jenis emas dan perak, kuda-kuda yang diberi tanda, hewan ternak, dan tanaman. Itulah kesenangan kehidupan dunia, dan Allah, disisi-Nya tempat kembali yang baik.” (Ali Imran: 14)

  • Dan dari adzab kubur, yaitu apa yang terjadi di alam barzakh berupa adzab terhadap ruh dan badan bagi orang yang patut mendapatkannya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَحَاقَ بِآلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ (٤٥)النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ (٤٦)

“Dan keluarga fir’aun ditimpa adzab. Neraka ditampakkan kepadanya pagi dan sore. Pada hari ditegakkan kiamat, masuklah keluarga fir’aun kepada adzab yang paling pedih.” (Ghafir: 45-46)

(Tulisan ini diringkas dari buku Fiqih Doa dan Dzikir karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdil Muhsin Al- Badr Hafidzohullahu Ta’ala)

Cianjur, Komplek Masjid Al- Bayaan

Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya’ban 1442 H

Muhamad Adi Firmanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here