JAWAMI’UL KALIM DALAM DOA YANG MA’TSUR

Seorang muslim dituntut untuk berdoa dengan doa yang ma’tsur yaitu berdoa dengan doa yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam karena kesempurnaannya dari segi redaksi dan maknanya serta mencakup kumpulan kebaikan-kebaikan. Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam diberikan Jawami’ul Kalim yaitu kata-kata yang ringkas akan tetapi maknanya luas.

Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam biasa berbicara dengan suatu perkataan yang singkat dan sedikit lafadznya namun sangat luas maknanya, demikian pula dalam dzikir-dzikir dan doa-doa beliau Shallallahu Alaihi Wasallam, dimana beliau Shallallahu Alaihi Salam juga menyukai Jawami’ul Kalim dalam dzikir dan doa.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya dari Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu anha, bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Salam diajarkan pembuka-pembuka kebaikan dan Jawami’nya. Dan riwayat yang semakna dengan ini sangat banyak.

Barangsiapa yang mencermati semua doa-doa yang disebutkan di dalam Al-Qur’an dan Sunnah, niscaya akan mendapatkan Jawami’ul Kalim, karena Allah telah memilih untuk nabi-Nya Jawami’ul Kalim untuk memohon kebaikan kebaikan dunia dan akhirat. Dan barangsiapa mencermati doa-doa yang disebutkan di dalam Al-Qur’an dan Sunnah, niscaya mereka akan akan mendapati di dalamnya mengandung keindahan, permohonan-permohonan yang tinggi, kesempurnaan kebaikan dunia dan akhirat, disertai keselamatan dan keamanan dari terjerumus pada kesalahan. Oleh karena itu kita mendapati para imam ahli ilmu memotivasi manusia untuk merutinkan doa-doa ma’tsur dan dzikir-dzikir yang disyariatkan.

Diantara contoh doa yang Jami’ sebagaimana yang diriwayatkan dari Aisyah Radhiallahu ‘anha sesungguhnya Rasulullah Sallallahu alaihi wa sallam mengajarkan kepada beliau doa ini:

اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ، عَاجِلِهِ وَآَجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ، وَمَا لَمْ أَعْلَمْ اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ مِنْهُ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ ، وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ تَقْضِيهِ لِي خَيْرًا

“Ya Allah, saya memohon kepada-Mu semua kebaikan yang disegerakan maupun yang ditunda. Apa yang saya ketahui maupun tidak saya ketahui. Saya berlindung kepada-Mu dari semua keburukan, baik yang disegerakan maupun yang ditunda, yang saya ketahui maupun yang tidak saya ketahui. Ya Allah, sungguh saya memohon kepada-Mu dari kebaikan apa yang diminta oleh hamba dan Nabi-Mu Muhammad Sallallahu alai wa sallam kepada-Mu dan saya berlindung kepada-Mu dari apa yang diminta perlindungan oleh hamba dan nabi-Mu. Ya Allah, saya memohon kepada-Mu surga dan apa yang mendekatkan kepadanya baik berupa ucapan maupun perbuatan. Dan saya berlindung kepada-Mu dari neraka dan apa yang mendekatkan kepadanya baik berupa ucapan atau perbuatan. Dan saya memohon kepada-Mu semua takdir yang Engkau tentukan baik untukku.” (HR. Ahmad di Musnad, 24498. Ibnu Majah di Sunannya, 3846. Dinyatakan shahih oleh Albani dalam kitab Shohih Al-Qur’anJami’, 1276)

Oleh karena itu wajib atas seorang muslim untuk mengetahui keagungan doa-doa Nabi Sallallahu alaihi wa sallam dan kedudukannya. Doa-doa Nabi Sallallahu alaihi wa sallam tersebut mengandung kumpulan kebaikan dan pintu-pintu kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Sebaik-baik permohonan adalah yang dimohonkan oleh hamba dan rasul-nya Nabi Sallallahu alaihi wa sallam dan sebaik-baik permohonan perlindungan yaitu, memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan yang hamba dan rasul-Nya Nabi Sallallahu alaihi wa sallam berlindung darinya.

Sumber :

Fiqih Doa dan Dzikir Syaikh Abdurrozzaq

Islamqa.info

Cianjur, 12 Agustus 2020

Oleh : Muhammad, M.Pd.I

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here