Senin, Juni 27, 2022
spot_img

JENIS-JENIS ISTIFTAH SHALAT

Nabi Shallalahu Alaihi Wasalam tidak hanya mengerjakana satu jenis istiftah secara terus menerus. Bahkan beliau membaca jenis yang lain dari istiftah pada kesempatan yang lain, jika mencermati istiftah-istiftah yang ada, niscaya di dapati 3 bagian, yaitu:

  1. Mengandung sanjungan kepada Allah Ta’ala.
  2. Mengandung pengabaran dari hamba tentang peribadahan kepada Allah Ta’ala.
  3. Mengandung do’a dan permintaan.

Berkata Syaikh Islam Ibnu Taimiyah: ‘’Bahwa dzikir yang paling tinggi adalah sanjungan kepada Allah Ta’ala, selanjutnya pengabaran dari hamba tentang peribadahan kepada Allah Ta’ala dan selanjutnya adalah do’a dan permohonan dari hamba’’.

Kemudian beliau melanjutkan bahwa pembahasan dalam masalah ini ditinjau dari 2 sisi:

  1. Tentang bolehnya semua jenis tersebut tanpa ada yang makruh(tidak disukai).
  2. Bahwa apa yang dilakukan oleh Nabi Shallalahu Alaihi Wasalam dari jenis-jenis tersebut. Jika dikatakan sebagian jenis itu lebih utama, maka mengikuti Nabi Shallalahu Alaihi Wasalam yang mengerjakan semua secara bergantian adalah lebih utama daripada mengamalkan salah satunya secara terus menerus.

Kemudian jenis lain dari istiftah yang biasa beliau Shallalahu Alaihi Wasalam amalkan pada shalat malam adalah:

اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّهُ حَقُّ، وَالنَّارُ حَقُّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقُّ، وَمُحَمَّدٌ حَقُّ، وَالسَّاعَةُ حَقُّ اَللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ أَنْتَ إِلَـهِيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ

Apabila Nabi shalat Tahajud di waktu malam, beliau membaca: “Ya, Allah! BagiMu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. BagiMu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya. BagiMu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. BagiMu segala puji dan bagiMu kerajaan langit dan bumi serta seisinya. BagiMu segala puji, Engkau benar, janjiMu benar, firmanMu benar, bertemu denganMu benar, Surga adalah benar (ada), Neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dariMu), kejadian hari Kiamat adalah benar. Ya Allah, kepadaMu aku menyerah, kepadaMu aku bertawakal, kepadaMu aku beriman, kepadaMu aku kembali (bertaubat), dengan pertolonganMu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepadaMu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum. Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lewat dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau” (HR. Al-Bukhari(

Jenis ini mencakup 3 jenis perkara: sanjungan atas Allah Ta’ala, pengabaran dari hamba tentang peribadahan kepada Allah Ta’ala, dan permintaan serta permohonan. Secara garis besarnya adalah dzikir yang agung dan doa yang penuh berkah, mengandung pokok iman, asas-asas agama dan hakikat-hakikat islam. Didalamnya juga mengandung tawasul kepada Allah Ta’ala menggunakan pujian-Nya, sanjungan-Nya, dan pengakuan akan rububiyah-Nya. Kemudian permintaan kepada Allah Ta’ala atas pengampunan dosa-dosa.

Diantara istiftah beliau Shallalahu Alaihi Wasalam untuk shalat malam, biasanya apabila Rasulullah Shallalahu Alaihi Wasalam berdiri di malam hari maka beliau membaca istiftah shalat:

اَللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيْلَ، وَمِيْكَائِيْلَ، وَإِسْرَافِيْلَ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيْمَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ. اِهْدِنِيْ لِمَا اخْتُلِفَ فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ تَهْدِيْ مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ

“Ya Allah, Tuhan Jibrail, Mikail dan Israfil. Wahai Pencipta langit dan bumi. Wahai Tuhan yang mengetahui yang ghaib dan nyata. Engkau yang menjatuhkan hukum (untuk memutuskan) apa yang mereka (orang-orang kristen dan yahudi) pertentangkan. Tunjukkanlah aku pada kebenaran apa yang dipertentangkan dengan seizin dariMu. Sesungguhnya Engkau menunjukkan pada jalan yang lurus bagi orang yang Engkau kehendaki” (HR. Muslim: 1/534)

Di sini terdapat tawasul kepada Allah Ta’ala menggunakan rububiyah secara umum dan khusus terhadap 3 malaikat yang diberi tugas dalam kehidupan.

  1. Malaikat Jibril diberi tugas mengenai wahyu yang merupakan sumber kehidupan hati dan ruh.
  2. Malaikat Mika’il diberi tugas mengatur hujan yang merupakan sumber kehidupan bumi, tumbuhan dan hewan.
  3. Malaikat Israfil diberi tugas meniup sangkakala yang dengannya kehidupan manusia sesudah kematian mereka.

Itu adalah beberapa jenis doa-doa istiftah yang biasa di baca oleh Nabi Shallalahu Alaihi Wasalam, semoga Allah Al Hadi senantiasa memberikan petunjuk dan taufik kepada para hamba-hamba-Nya agar dimudahkan dalam mengamalkan apa yang telah diajarkan oleh Nabi-Nya.

Wa Allahu A’alam Bi Shawab.

( Tulisan ini diringkas dari buku Fiqih Doa dan Dzikir karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdil Muhsin Al- Badr Hafidzohullahu Ta’ala )

Cianjur, Komplek Masjid Al- Bayaan

Senin, 19 Mei 2022/ 19 Syawwal 1443

Fitra Aryasandi, S.Ag

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

PALING POPULER