Sabtu, Mei 18, 2024
spot_img
BerandaAkidahPEMBAGIAN TAUHID

PEMBAGIAN TAUHID

Untuk memudahkan setiap kita dalam memahami ilmu Tauhid, para ulama telah membagi menjadi 3 cabang ilmu.

Pembagian tersebut melalui penelitian secara menyeluruh terhadap dalil-dalil Al Qur’an As Sunnah yang berbicara tentang Tauhid, sehingga disimpulkan seluruh ayat-ayat Al Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasalam yang berbicara tentang Tahuid tidak keluar dari 3 macam Tauhid ini.

Syaikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin rahimahullah mengatakan: “Para ulama rahimahullah melalui tatabbu’ dan istiqra membagi ilmu Tauhid menjadi 3 cabang, yaitu. (Al Qaulul Mufid jilid 1 hal 9).

  1. Tauhid Rububiyyah.
  2. Tauhid Uluhiyyah.
  3. Tauhid Asma Wa Shifat.

Allah Ta’ala telah mengumpulkan 3 cabang Tauhid ini dalam firman-Nya,

رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ ۚ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا

Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)? (Qs: Maryam: 65.) (Tawriib At Tadmuriyyah, hal 113, Syaikh Al ‘Utsaimin).

Kemudian Syaikh Shaleh Al ‘Utsaimin menjelaskan terkait 3 Tauhid tersebut secara jelas.

  1. Tauhid Rububiyyahyaitu mengesankan Allah Ta’ala dalam hal penciptaan, penguasaan dan pengaturan,

Dalilnya firman Allah Ta’ala,

اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. (Qs: Az zummar: 62)

  1. Tauhid Uluhiyyahyaitu mengesankan Allah Ta’ala dalam hal peribadahan, seorang hamba tidak menjadikan apapun bersanding dengan Allah Ta’ala.

Dalilnya firman Allah Ta’ala,

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. (Qs: Al Fatihah: 4)

  1. Tauhid Asma Wa Shifatyaitu mengesankan Allah Ta’ala dalam hal nama-nama dan sifat-sifat-Nya yang Allah sifati diri-Nya sendiri baik dalam Al Quran atau melalui lisannya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasalam tanpa tahrif, ta’thil, takyif dan tamtsil.

Dalilnya firman Allah Ta’ala.

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا

Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu  (Qs: Al ‘Araf: 180)

Pernyataan Ulama Salaf Tentang Pembagian Tauhid.

Ulama salaf Ahlu Sunnah Wal Jama’ah radiyallahu anhum meyakinkani tentang pembagian cabang dalam ilmu Tauhid menjadi 3 yaitu Rububiyyah, Uluhiyyah dan Asma Wa Shifat.

Berikut pernyataan sebagian dari mereka: (Al Qoulu Sadiid Ala Man Ankara Taqsimat Tauhid, Syaikh Abdurrazaq Al Badr)

  1.  Al Imam Abu Hanifah (wafat 150 H) rahimahullah mengatakan:

“Allah Ta’ala diseru sedangkan Dia berada di atas, bukan di bawah, karena posisi di bawah bukanlah bagian dari sifat Rububiyyah dan Uluhiyyah sedikit pun”  (Aqaa’idul Aimmatil Arba’ah Fi Tauhiid, hal 5, DR Muhammad bin ‘Abdurrahman Al Khumais)

  1. Al Imam Al Bukhari rahimahullah (wafat 256 H) mengatakan:

“Jika engkau mengklaim bahwa engkau bisa perdengarkan kallamullah kepada manusia seperti halnya Allah Ta’ala pernah memperdengarkan kalam-Nya kepada Musa alaihisalam, yaitu saat Allah Ta’ala berfirman kepada Musa alaihisalam, ” Aku adalah Rabb-mu”, maka klaimmu itu merupakan pengakuan atas Rububiyyah (yang semestinya hanya milik AllahTa’ala) apabila engkau tidak membedakan antara bacaanmu dengan kalamullah. (Khalqu Af’aalil ‘Ibaad (no 542))

  1. Al Imam An Nawawi rahimahullah (wafat 676H)berkata:

“Rububiyyah itu hakikatnya hanya milik Allah Ta’ala, sebab Rabb itu adalah pemilik atau pengatur sesuatu. Sedangkan tidak didapati hakikat ini kecuali pada Allah Ta’ala. (Al Minhaj, Syarah Shahih Muslim, Al Imam NawawiNawawi, jilid 15 hal 6).

Demikianlah nukilan-nukilan pernyataan dari para ulama salaf radiyallahu an hum yang menunjukkan bahwasanya pembagian Tauhid kepada 3 macam merupakan pembagian yang syar’i.

Bahkan demikianlah akidahnya para ulama Ahlu Sunnah Wal Jama’ah dari masa ke masa.

Wa Allahu a’lam.

Oleh: Fitra Aryasandi

Artikel: asmaulhusnacenter.com

Referensi:

Al Minhaj, Syarah Shahih Muslim, Al Imam NawawiNawawi rahimahullah

Al Qaulul Mufid, Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin rahimahullah

Al Qoulu Sadiid Ala Man Ankara Taqsimat Tauhid, Syaikh Abdurrazaq Al Badr

Aqaa’idul Aimmatil Arba’ah Fi Tauhiid, hal 5, DR Muhammad bin ‘Abdurrahman Al Khumais

Khalqu Af’aalil ‘Ibaad, Al Imam Al Bukhari rahimahullah

Tawriib At Tadmuriyyah,  Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin rahimahullah

 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

PALING POPULER