Senin, Juni 27, 2022
spot_img
BerandaFiqih Do'a dan DzikirDZIKIR-DZIKIR KELUAR MENUJU SHALAT DAN MASUK MASJID SERTA KELUAR DARI MASJID

DZIKIR-DZIKIR KELUAR MENUJU SHALAT DAN MASUK MASJID SERTA KELUAR DARI MASJID

DZIKIR-DZIKIR KELUAR MENUJU SHALAT DAN MASUK MASJID SERTA KELUAR DARI MASJID

Disebutkan dalam Shahih Muslim, dari hadits Abdullah bin Abbas Radiyaallahu Anhu, ketika Nabi Shallalahu Alaihi Wasalam keluar menuju masjid seraya mengucapkan:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي لِسَانِي نُورًا وَاجْعَلْ فِي سَمْعِي نُورًا وَاجْعَلْ فِي بَصَرِي نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ خَلْفِي نُورًا وَمِنْ أَمَامِي نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ فَوْقِي نُورًا وَمِنْ تَحْتِي نُورًا اللَّهُمَّ أَعْطِنِي نُورًا

 “Ya Allah, jadikanlah di dalam hatiku cahaya dan di dalam lisanku (juga) cahaya. Jadikanlah di dalam pendengaranku cahaya dan di dalam penglihatanku (juga) cahaya. Jadikanlah dari belakangku cahaya dan dari depanku (juga) cahaya. Jadikanlan dari atasku cahaya dan dari bawahku (juga) cahaya. Ya Allah, berilah aku cahaya.” (HR Bukhari Muslim).

Hadits yang mulia ini mengajarkan kepada kita hendaknya membaca doa ini ketika menuju masjid. Semuanya permintaan kepada Allah Ta’ala untuk menjadikannya cahaya pada setiap perkara yang nampak dan yang tidak nampak. Menjadikan cahaya mengelilinginya dari semua arah. Hal ini ada pada puncak kesesuaian dengan apa yang tercantum pada Shahih Muslim, bahwa beliau bersabda:

وَالصَّلاَةُ نُورٌ

“Shalat adalah cahaya.” (HR. Muslim)

Shalat adalah cahaya bagi seorang mukmin di dunia, di kubur dan di akhirat, dalam hadits lain beliau bersabda:

مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُوراً وَبُرْهَاناً وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ وَلاَ بُرْهَانٌ وَلاَ نَجَاةٌ وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَأُبَىِّ بْنِ خَلَفٍ

“Siapa yang menjaga shalat lima waktu, baginya cahaya, bukti dan keselamatan pada hari kiamat. Siapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, bukti, dan juga tidak mendapat keselamatan. Pada hari kiamat, ia akan bersama Qorun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Kholaf.” (HR. Ahmad 2: 169. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Seorang muslim menuju ke masjid untuk mengerjakan shalat yang merupakan cahaya, dan  seorang mukmin hendaknya meminta kepada Allah agar memperbanyak baginya dari cahaya di jasadnya dan menjadikan cahaya itu meliputi dirinya dari semua sisi.

Kemudian seorang muslim disunnahkan apabila masuk masjid agar mengucapkan:

اَللّٰهُمَّ افْتَحْ لِيْ اَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Artinya “Ya Allah, bukalah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.” (HR An Nasa’i)

Apabila keluar masjid hendaknya mengucapkan:

اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

Artinya, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon keutamaan dari-Mu.”

Lafadz, ‘’Ya Allah, bukalah untukku pintu-pintu rahmat-Mu’’ ketika hendak masuk masjid dan lafadz ‘’Ya Allah, aku mohon kepada-Mu dari karunia-Mu’’ ketika hendak keluar dari masjid, terdapat hikmah yang sangat besar.

Dikatakan karena orang yang masuk masjid mencari akhirat dan rahmat merupakan perkara yang paling dituntut. Sedangkan orang yang keluar dari masjid mencari kehidupan di dunia, seperti rezeki dll.  inilah maksud dari karunia.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَٱبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.v(Qs: Al Jumuah: 10.)

 

( Tulisan ini diringkas dari buku Fiqih Doa dan Dzikir karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdil Muhsin Al- Badr Hafidzohullahu Ta’ala )

 

Cianjur, Komplek Masjid Al- Bayaan

Senin, 16 Mei 2022/ 16 Syawwal 1443

Fitra Aryasandi, S.Ag

 

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

PALING POPULER