Rabu, Februari 8, 2023
spot_img
BerandaPenjelasan Asmaul HusnaAs-Sayyid (Yang Maha Menguasai)

As-Sayyid (Yang Maha Menguasai)

As-Sayyid (السَيّد)

Yang Maha Menguasai

Dalil penetapan:

السَيِّدُ اللّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالى

“As-Sayyid adalah Allah tabaraka wa ta’ala” (HR. Abu Dawud: 4808, dishahihkan oleh al-Albani)

As-Sayyid berarti yang menguasai seluruh makhluk, pemilik keagungan dan kemuliaan secara mutlak, seluruh makhluk adalah hamba-Nya dan semuanya selalu membutuhkan-Nya.

Seoarang manusia dinamakan sayyid jika ia mengungguli yang lainnya secara pengetahuan, harta dan kekuatan.

Do’a Ibadadah:

  • Keagungan dan kemulian adalah milik Allah. Diriwayatkan dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau didatangi oleh utusan dari Bani ‘Amir, lalu mereka berkata kepadanya: “Engkau adalah sayyid kami.” Lalu beliau besabda:

السَيِّدُ اللّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالى

“As-Sayyid adalah Allah Tabaaraka wata’ala

Yakni sayyid secara sempurna hanyalah Allah. Lalu utusan itu berkata: “kemuliaanmu adalah yang paling mulia dan keagunganmu adalah yang paling agung.” Beliau  menolak ucapan mereka:

قُوْلُوا بِقَوْلِكُمْ أَوْ بَعْضِ قَوْلِكُمْ وَلَا يَسْتَجْرِيَنَّكُمُ الشَيْطَانُ

“Uacapkanlah apa yang kalian inginkan atau sebagian ucapan kalian, dan jangan sampai setan menjerumuskan kalian –kepada sikap berlebihan-.” (HR. Abu Dawud: 4880, dishahihkan oleh al-Albani)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjaga umatnya agar tidak berlebih-lebihan dalam mengagungkannya. Dalam sebuah hadits dikisahkan:

Bahwasanya sekelompok orang pernah berkata kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: “wahai manusia terbaik kami, putra manusia terbaik kami, wahai pemimpin kami, putra pemimpin kami.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “wahai sekalian manusia, tahanlah ucapan kalian, dan jangan sampai setan membawa membawa kalian menuruti hawa nafsu kalian, sesungguhnya aku tidak ingin kalian angkat melebihi kedudukanku yang telah Allah ta’ala tetapkan untukku, lalu beliau berkata :

أنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللّهِ عَبْدُهُ وَرَسَوْلُه

Aku adalah Muhammad bin Abdillah, hamba-Nya dan utusan-Nya.”

Meskipun beliau melepaskan diri dari sayyid dunia, namun beliau mengabarkan akan sayyid akhirat atas beliau sebagai karunia dari Allah ta’ala:

أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Aku adalah sayyid anak cucu adam pada hari kiamat”.

Lalu beliau menjelaskan makna dan sebab penyebutan sayyid ini dalam hadits lain:

وَأَوَّلُ مَنْ يَنْشَقُّ عَنْهُ الْقَبْرُ وَأَوَّلُ شَافِعٍ وَأَوَّلُ مُشَفَّعٍ

“Dan (aku adalah) yang pertama dibuka untuknya kubur –untuk bangkit-, yang pertama memberi syafa’at dan yang pertama dikabulkan syafa’atnya.” (HR. Muslim: 6079)

  • Setiap sayyid (keagungan) dan kemuliaan makhluk, pastilah berasal dari Allah sebagai karunia atas hamba-hamba-Nya. Maka tidak lah pantas berbangga diri atas kemuliaan tersebut meskipun ia seorang Nabi, sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan hal ini:

أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا فَخْرَ

  “Aku adalah sayyid anak cucu Adam pada hari kiamat, dan ini bukanlah bebangga diri.” (HR. At-tirmidzi: 3975, Ibnu majah: 4490, dishahihkan oleh al-Albani)

  • Kemuliaan seorang hamba terletak pada ketakwaan kepada Rabb Yang Mahamulia, dan kekuasaan seseorang atas diri dan hawa nafsunya hanya dimungkinkan hanya dimungkinkan jika ia meminta pertolongan kepada (Rabb) Yang Maha Menguasai.

Do’a Permohonan:

Tidak disebutkan nama As-Sayyid dalam do’a yang ma’tsur dalam al-Qur’an dan as-Sunnah, namun ia merupakan nama yang digunakan untuk menyanjung dan mengagungkan Allah.

Wallahu a’lam

Sumber:

  1. The Miracle of Asmaul Husna: Muallifah
  2. Fiqih Asmaul Husna: Syeikh Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Badr

Komplek Masjid Al-Bayaan, cianjur; 03 Sya’ban 1441 H / 28 Maret 2020

Oleh: Ade Abdurrahman

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

PALING POPULER