Kamis, Februari 9, 2023
spot_img
BerandaPenjelasan Asmaul HusnaAR-ROZIQ (YANG MAHA MEMBERI RIZKI)

AR-ROZIQ (YANG MAHA MEMBERI RIZKI)

ARROZIQ (YANG MAHA MEMBERI RIZKI)

DALIL NAMA ALLAH AR-ROZIQ

وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

dan Dia adalah pemberi rezki yang paling baik. (Qs. Al-Mu’minun: 72)

MAKNA NAMA ALLAH AR-ROZIQ

Ar-Roziq berarti Yang melimpahkan aneka pemberian bagi seluruh hamba-Nya. Dialah yang menciptakan rizki, Dia pula yang membagi-bagikan dan menyampaikannya kepada seluruh ciptaan-Nya.

Rizki itu sendiri memiliki makna segala sesuatu yang berguna dan bermanfaat bagi makhluk. Sehingga kurang tepat apabila rizki dipersempit maknanya menjadi penghasilan atau harta benda yang ia miliki saja, karena makna rizki adalah sangat luas. Bahkan ketika seseorang bisa hidup saja itu sudah merupakan rizki dari Allah, yaitu rizki berupa kehidupan. Belum lagi rizki berupa penopang kehidupan makhluk yang sangat kompleks, seperti udara, makanan, minuman, organ tubuh, panca indra dsb. Semua jenis rizki ini harus diingat agar manusia senantiasa bersyukur kepada Allah Ar-Roziq. Belum lagi rizki khusus kepada sebagian hamba yang Allah kehendaki seperti ilmu, keimanan, keislaman keistiqomahan dll.

Allah menyebutkan nama-Nya Ar-Roziq di dalam Al-Qur’an sebanyak 5 kali, kebanyakan adalah dalam bentuk jamak dan diawali dengan kata “sebaik-baiknya”. Sebagaimana dalam kaidah bahasa arab Roziq merupakan isim fa’il yang menunjukkan orang yang memberi rizki, sebagaimana dikatakan bahwasanya seseorang bisa menjadi wasilah rizki Allah kepada makhluknya dan ia juga dikatakan sebagai roziq. Maka dikatakan Allah sebaik-baik pemberi rizki, karena manusia juga memberi rizki namun sebatas dari harta yang diberikan Allah kepada dirinya saja, dan setelah dia memberi, harta tersebut milikinya pasti akan habis. Adapun perbendaharaan Allah tidak akan berkurang atau habis, sehingga tidak akan ada yang semisal dengan Allah dalam memberi rizki yang tiada hentinya dan tiada habis-habisnya.

DOA IBADAH

Diantara sebab datangnya rizki dan keberkahan adalah ketakwaan kepada Allah dan senantiasa istiqomah di jalan hidayah, sebagaimana Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَلَكِنْكَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (Qs.Al-A’rof: 96)

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ( ) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (Qs. At-Thalaq: 2-3)

وَأَلَّوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لأسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا

dan bahwasanya: Jikalau mereka tetap berjalan Lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak). (Qs. Al-Jin: 16)

وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالإنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لأكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْتَحْتِ أَرْجُلِهِمْ

dan Sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. (Qs. Al-Maidah: 66)

Namun sebaliknya, barang siapa bermaksiat maka Allah akan mengurangi atau bahkan menghilangkan rizki dan keberkahannya. Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوالَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Qs. Ar-Rum: 41)

DOA PERMOHONAN

قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًالأوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيرُ الرَّازِقِينَ

Isa putera Maryam berdoa: “Ya Tuhan Kami turunkanlah kiranya kepada Kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi Kami Yaitu orang-orang yang bersama Kami dan yang datang sesudah Kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rzekilah Kami, dan Engkaulah pemberi rezki yang paling Utama“. (Qs. Al-Maidah: 114)

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْبِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ

dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, Jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. (Qs. Al-Baqoroh: 126)

Diambil dari “Miracle of Asmaul Husna”

Cianjur, 31 Maret 2020

Oleh Ust. Muhammad, M.Pd.I

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

PALING POPULER