Selasa, Maret 5, 2024
spot_img
BerandaFiqih Do'a dan DzikirKEBUTUHAN HAMBA TERHADAP DO’A

KEBUTUHAN HAMBA TERHADAP DO’A

KEBUTUHAN HAMBA TERHADAP DO’A

Hamba hanyalah seorang yang fakir. Sedangkan Allah adalah Al Ghoniy, Yang Maha Kaya, yang tidak butuh pada segala sesuatu. Bahkan Allah-lah tempat bergantung seluruh makhluk.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

Hai manusia, kamulah yang sangat butuh kepada Allah; dan Allah Dia-lah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS. Fathir: 15)

Dalam ayat yang mulia ini, Allah Ta’ala menerangkan bahwa Dia itu Maha Kaya, tidak butuh sama sekali pada selain Dia. Bahkan seluruh makhluklah yang sangat butuh pada-Nya. Seluruh makhluk-lah yang merendahkan diri di hadapan-Nya.

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Seluruh makhluk amat butuh pada Allah dalam setiap aktivitasnya, bahkan dalam diam mereka sekali pun. Secara dzat, Allah sungguh tidak butuh pada mereka. Oleh karena itu, Allah katakan bahwa Dia-lah yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji, yaitu Allah-lah yang bersendirian, tidak butuh pada makhluk-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah sungguh Maha Terpuji pada apa yang Dia perbuat dan katakan, juga pada apa yang Dia takdirkan dan syari’atkan. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 11/316)

Ketika kita membutuhkan sesuatu, maka kita hanya bisa mendapatkan dan meraihnya dari Allah Ta’ala, dan semua yang hanya kita bisa dapatkan dengan do’a.

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Katakanlah: ‘Wahai Tuhan Yang Mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.’” (QS. Ali Imraan: 26).


Allah Ta’ala  merasa senang manakala para manusia berdoa pada-Nya dan berjanji untuk mengabulkannya, padahal Dia tidaklah membutuhkan mereka. IniIni menunjukkan betapa baik dan sayangnya Allah kepada para hamba-Nya.

Allah senang manakala kita meminta pada-Nya segala kebutuhan yang kita inginkan. Entah itu yang bersifat duniawi, seperti sandang, pangan, papan dan yang semisal. Maupun yang bersifat ukhrawi, seperti hidayah, ampunan, taufiq, surga dan yang serupa. Semua permintaan tersebut dijanjikan-Nya untuk dikabulkan.

Sebagaimana Allah Berfirman :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ”

Artinya: “Rabb kalian berkata, “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kukabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang sombong (enggan) beribadah kepada-Ku; niscaya mereka akan masuk ke dalam neraka dengan hina dina”. (QS. Ghafir : 60.)

Ini menjelaskan juga pada kita betapa sempurnanya kekuasaan Allah dan betapa tidak terbatasnya kekayaan Allah. Bahwa kekayaan-Nya tidak akan pernah berkurang apalagi habis, saat memberikan seluruh permintaan para hamba-Nya.

Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam menjelaskan,

”يَدُ اللَّهِ مَلْأَى لاَ تَغِيضُهَا نَفَقَةٌ سَحَّاءُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ، وَقَالَ: أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْفَقَ مُنْذُ خَلَقَ السَّمَاءَ وَالأَرْضَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَغِضْ مَا فِي يَدِهِ”

 “Tangan Allah penuh (dengan karunia). Pemberian-Nya tidak akan mengurangi karunia tersebut. Dia selalu memberi malam dan siang. Tahukah kalian, bahwa apa yang Allah berikan (kepada para makhluk-Nya) sejak diciptakannya langit dan bumi, itu sama sekali tidak mengurangi apa yang ada di tangan-Nya”. (HR. Bukhari dan Muslim )

Sungguh benar firman Allah ta’ala,

”مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ”

Artinya: “Apa yang kalian miliki akan habis. Sedangkan apa yang dimiliki Allah pasti abadi”. (QS. An-Nahl : 96)

Jadi, kita semua sangat membutuhkan Allah dalam segala kebutuhan dan keperluan kita. Tidak mungkin kita lepas dari bantuan-Nya, walaupun hanya sekejap mata sekalipun. Bagaimana mungkin, sedangkan setiap detik kita harus bernafas, juga darah dalam tubuh kita harus selalu mengalir lancar? Dan itu semua itu adalah dari Allah Ta’ala.

Penulis

Haidar Andika

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

PALING POPULER