Rabu, Februari 8, 2023
spot_img
BerandaFiqih Do'a dan DzikirDOA NABI SULAIMAN ALAIHISALAM

DOA NABI SULAIMAN ALAIHISALAM

DOA NABI SULAIMAN ALAIHISALAM

Di antara doa-doa para nabi dalam Al-Qur’an adalah doa nabi Allah Sulaiman ‘Alaihisalam yang diberi oleh Allah Subhanahu Wa Ta’aala kenabian, kerajaan, dan diajari bahasa burung.

Allah Subhanahu Wa Ta’aala berfirman:

‎وَوَرِثَ  سُلَيْمٰنُ  دَاودَ  وَقَا  لَ  يٰۤاَ  يُّهَا  النَّا  سُ  عُلِّمْنَا  مَنْطِقَ  الطَّيْرِ  وَاُ  وْتِيْنَا  مِنْ  كُلِّ  شَيْءٍ    اِنَّ  هٰذَا  لَهُوَ  الْفَضْلُ  الْمُبِيْنُ

“Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia (Sulaiman) berkata, Wahai manusia! Kami telah diajari bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sungguh, (semua) ini benar-benar karunia yang nyata.”

(QS. An-Naml 27: Ayat 16)

Beliau ‘Alaihisalam seorang yang bersyukur kepada nikmat Allah Subhanahu Wa Ta’aala atasnya. Berdoa kepada Rabbnya dengan sepenuh hati agar diilhamkan kepadanya ke syukuran terhadap nikmat nyata ini. Memohon pertolongan darinya untuk beramal shalih yang dengannya dicapai keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta’aala dan rahmat-Nya untuk masuk surga bersama hamba-hamba Allah Subhanahu Wa Ta’aala yang shalih. Sebagaimana dalam firman-Nya:

‎وَحُشِرَ لِسُلَيْمٰنَ جُنُوْدُه مِنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ وَالطَّيْرِ فَهُمْ يُوْزَعُوْنَ

Dan untuk Sulaiman dikumpulkan bala tentaranya dari jin, manusia dan burung, lalu mereka berbaris dengan tertib.

حَتّٰىٓ اِذَآ اَتَوْا عَلٰى وَادِ النَّمْلِۙ قَالَتْ نَمْلَةٌ يّٰٓاَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوْا مَسٰكِنَكُمْۚ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمٰنُ وَجُنُوْدُه وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ

Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, “Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ

Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

 (QS. An-Naml 27: Ayat 17-19)

Allah Subhanahu Wa Ta’aala menyebutkan pada ayat ini suatu sisi kerjaan Sulaiman ‘Alaihisalam, dan doa yang beliau ‘Alaihisalam panjatkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’aala, yaitu firman-Nya:

‎رَبِّ  اَوْزِعْنِيْۤ  اَنْ  اَشْكُرَ  نِعْمَتَكَ  الَّتِيْۤ  اَنْعَمْتَ  عَلَيَّ  وَعَلٰى  وَا  لِدَيَّ  وَاَ  نْ  اَعْمَلَ  صَا لِحًـا  تَرْضٰٮهُ  وَاَ  دْخِلْنِيْ  بِرَحْمَتِكَ  فِيْ  عِبَا  دِكَ  الصّٰلِحِيْنَ

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Ini adalah doa yang paling yang paling lengkap kandungannya serta paling sesuai dengan keadaan beliau ‘Alaihisalam serta apa yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’aala berupa kerjaan yang Agung serta karunia yang nyata.Di antara doa nabi Allah Sulaiman ‘Alaihisalam, apa yang dikisahkan Allah Subhanahu Wa Ta’aala:

‎وَلَقَدْ  فَتَنَّا  سُلَيْمٰنَ  وَاَلْقَيْنَا  عَلٰى  كُرْسِيِّه جَسَدًا  ثُمَّ  اَنَابَ

قَالَ  رَبِّ  اغْفِرْ  لِيْ  وَهَبْ  لِيْ  مُلْكًا  لَّا  يَنْۢبَغِيْ  لِاَ  حَدٍ  مِّنْۢ  بَعْدِيْ اِنَّك اَنْتَ الْوَهَّابُ

“Dan sungguh, Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian dia bertobat. Dia berkata, Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi.”

(QS. Sad 38: Ayat 34-35)

Beliau ‘Alaihisalam meminta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’aala pengampun dosanya bertawassul kepada-Nya dengan nama-Nya Al-Wahhab (Maha Pemberi) agar memberikan untuknya kerjaan yang tidak patut bagi seseorang sesudahnya di antara manusia.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

‎فَسَخَّرْنَا  لَهُ  الرِّيْحَ  تَجْرِ  يْ  بِاَمْرِه رُخَآءً  حَيْثُ  اَصَابَ (٣٦)

‎وَا  لشَّيٰطِيْنَ  كُلَّ  بَنَّآءٍ  وَّغَوَّا  صٍ (٣٧) وَّاٰخَرِ  يْنَ  مُقَرَّنِيْنَ  فِيْ  الْاَ  صْفَادِ (٣٨)

‎هٰذَا  عَطَآ  ؤُنَا  فَا  مْنُنْ  اَوْ  اَمْسِكْ  بِغَيْرِ  حِسَابٍ (٣٩)

‎وَاِنَّ لَه  عِنْدَنَا  لَزُلْفٰى وَحُسْنَ  مَاٰبٍ (٤٠)

“Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut perintahnya ke mana saja yang dikehendakinya. Dan (Kami tundukkan pula kepadanya) setan-setan, semuanya ahli bangunan dan penyelam. Dan (setan) yang lain yang terikat dalam belenggu. Inilah anugerah Kami; maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) tanpa perhitungan. Dan sungguh, dia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.”

(QS. Sad 38: Ayat 36-40)

Allah Subhanahu Wa Ta’aala telah menambahkan atas pengampunan dua perkara lain, yaitu; kedekatan yang merupakan derajat terdekat dari-Nya, dan kebagusan tempat kembali, yaitu kebagusan tempat untuk kembali di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’aala.

Kita mohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’aala untuk membebaskan penahanannya dari tangan orang yahudi, melepaskan ikatannya, dan mengembalikannya kepada kaum Muslimin. Lalu menyejukkan mata mereka dengan shalat padanya dalam keadaan bersih dari najis yahudi. Sungguh Dia Subhanahu Wa Ta’aala sebaik-baik tempat meminta dan sebaik-baik tempat berharap. Dialah yang memberi kecukupan dan Dia adalah sebaik-baik tempat bertawakal.

( Tulisan ini diringkas dari buku Fiqih Doa dan Dzikir karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdil Muhsin Al- Badr Hafidzohullahu Ta’ala )

Cianjur, Komplek Masjid Al- Bayaan

Selasa, 25 Mei 2021

Fitra Aryasandi S.Ag

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

PALING POPULER