Kamis, Juni 20, 2024
spot_img
BerandaFiqih Do'a dan DzikirDoa Malam Lailatul Qodar

Doa Malam Lailatul Qodar

Doa malam lailatul qodar

Keutamaan malam Lailatul Qodar

Allah Subhanahu wata’ menentukan waktu-waktu yang utama dimana doa seorang hamba dapat lebih mudah dikabulkan. Allah Subhanahu wata’ berfirman,

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ

Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. (QS. Al-Qoshoh: 68)

Ini semua merupakan tanda-tanda rububiyah dan keesaan Allah, yang telah mengatur alam semesta ini sesuai dengan ilmu dan hikmahNya. Allah Subhanahu wata’ berfirman,

فَلِلَّهِ الْحَمْدُ رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَرَبِّ الأرْضِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٣٦) وَلَهُ الْكِبْرِيَاءُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (٣٧)

Maka bagi Allah-lah segala puji, Tuhan langit dan Tuhan bumi, Tuhan semesta alam. Dan bagi-Nyalah keagungan di langit dan bumi, Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Jatsiah: 36-37)

Diantara waktu utama yang telah Allah tetapkan adalah bulan Ramadhan. Allah Subhanahu wata’ telah melebihkan keutamaan bulan ini diantara bulan-bulan yang lainnya. Kemudian Allah mengkhususkan lagi waktu yang utama di dalamnya yaitu 10 malam terakhir bulan Ramadhan.  Kemudian dari sepulum malam yang utama di akhir bulan Ramadhan, Allah menetapkan waktu yang paling utama di dalamnya yaitu malam Lailatul Qodar.

Allah Subhanahu wata’ menetapkan malam ini lebih utama daripada seribu bulan, yaitu beribadah di dalamnya. Dan pada malam inilah Allah Subhanahu wata’ menurunkan Al-Quran. Allah Subhanahu wata’ berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ (٣)فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ (٤)أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ (٥)رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (٦)رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا إِنْ كُنْتُمْ مُوقِنِينَ (٧)لا إِلَهَ إِلا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ رَبُّكُمْ وَرَبُّ آبَائِكُمُ الأوَّلِينَ (٨)

Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. (yaitu) urusan yang besar dari sisi kami. Sesungguhnya Kami adalah yang mengutus rasul-rasul. Sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui. Tuhan yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang menghidupkan dan yang mematikan (Dialah) Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu. (QS. Ad-Dukhon: 3-8)

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (١)وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (٢)لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (٣)تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (٤)سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (٥)

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS. Al-Qodar: 1-5)

Pada malam yang mulia ini banyak malaikat turun dan menambah keberkahannya hingga terbitnya fajar di pagi hari. Pada malam ini pula ditetapkan takdir makhluk untuk satu tahun kedepan. Oleh karena itu malam yang penuh kemuliaan seperti ini tidak boleh disia-siakan oleh seorang muslim.

Cara mengisi kegiatan di malam Lailatul Qodar

Orang-orang yang diberikan taufiq oleh Allah Subhanahu wata’ akan bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam meraih kemuliaan malam Lailatul Qodar dengan cara

  1. Memperbanyak ibadah di dalamnya.
  2. Memohon dan berdoa kepada Allah, agar mendapatkan ampunan dan keselamatan.

Doa malam Lailatul Qodar

Diriwayatkan dari Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ القَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ: قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Wahai Rasulullah, jika aku menjumpai satu malam yang merupakan lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan di malam itu? Beliau menjawab : Ucapkanlah [Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni] Ya Allah sesungguhnya engkau adalah Maha Pemaaf dan mencintai untuk memaafkan, maka maafkanlah diriku. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Doa ini sangat relevan diucapkan oleh seorang hamba pada malam lailatul qodar, dimana pada malam itu Allah Subhanahu wata’ menetapkan takdir untuk satu tahun ke depan, maka kita berdoa Agar Allah memaafkan diri kita dan kita ditakdirkan mendapatkan keselamatan.

Aku berkata, “Wahai Rasulullah, ajarilah aku sebuah kalimat yang aku gunakan untuk memohon kepada Allah ‘azza wa jalla.” Maka beliau menjawab, “Mintalah perlindungan kepada Allah!” Selang selama beberapa hari, aku kembali mendatangi beliau dan berkata, “Wahai Rasulullah, ajarilah aku sebuah kalimat yang aku gunakan untuk memohon kepada Allah ‘azza wa jalla,” maka beliau berkata kepadaku, “Wahai ‘Abbas, paman Rasulullah, mintalah perlindungan di dunia dan akhirat kepada Allah!” (HR. Bukhari dalam Al Adabul Mufrad, dan Tirmidzi)

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu dia berkata:

أتى النبي صلى الله عليه وسلم رجل فقال يا رسول الله أي الدعاء أفضل؟ قال سل الله العفو والعافية في الدنيا والآخرة. ثم أتاه الغد فقال يا نبي الله أي الدعاء أفضل؟ قال سل الله العفو والعافية في الدنيا والآخرة, فإذا أعطيت العافية في الدنيا والآخرة فقد أفلحت

Seseorang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Wahai Rasulullah! doa apakah yang paling afdhol?” Maka beliau menjawab, “Mintalah kepada Allah pengampunan dan perlindungan di dunia dan akhirat!”, Kemudian orang tersebut kembali mendatangi beliau pada esok harinya dan bertanya, “Wahai nabi Allah! Doa manakah yang paling afdhol?” Maka beliau berkata, “Mintalah kepada Allah pengampunan dan perlindungan di dunia dan akhirat, karena apabila engkau diberi pengampunan dan perlindungan di dunia dan akhirat, maka sungguh engkau telah beruntung.” (HR. Bukhari (Al Adabul Mufrad) dan Tirmidzi)

Diriwayatkan dari Ausath bin Isma’il, dia berkata : Aku mendengar Abu Bakr Ash Shiddiq radhiallahu ‘anhu setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat berkata:

قام النبي صلى الله عليه وسلم عام أول مقامي هذا ثم بكى أبو بكر ثم قال : عليكم بالصدق فإنه مع البر وهما في الجنة وإياكم والكذب فإنه مع الفجور وهما في النار وسلوا الله المعافاة فإنه لم يؤت بعد اليقين خير من المعافاة ولا تقاطعوا ولا تدابروا ولا تحاسدوا ولا تباغضوا وكونوا عباد الله إخوانا

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdiri di tempatku ini, kemudian Abu Bakar menangis. Lalu Nabi berkata, ‘Berlaku jujurlah kalian! Karena sesungguhnya kejujuran akan diiringi oleh kebaikan dan keduanya akan (menggiring pelakunya ke dalam) surga. Jauhilah dusta! Karena dusta akan senantiasa diiringi oleh kemaksiatan dan keduanya (akan menggiring pelakunya menuju) neraka. Mintalah kepada Allah perlindungan, karena sesungguhnya tidak ada karunia yang lebih baik, setelah keimanan daripada perlindungan dari Allah. Janganlah kalian saling memboikot, saling tidak memperdulikan dan janganlah kalian saling mendengki dan membenci. Hendaknya kalian menjadi wahai hamba-hamba Allah menjadi orang-orang yang bersaudara.’” (HR. Bukhari dalam Al Adabul Mufrad)

وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ

Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Asy Syura: 25)

Penutup

Seorang muslim sudah sepatutnya memperbanyak doa kepada Allah, terkhusus di malam Lailatul Qadar. Nabi mengajarkan kepada ummatnya untuk meminta ampunan kepada Allah yang memiliki sifat Maha pemaaf lagi Maha pengampun. Diantara lafadz doa yang dianjurkan adalah

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

[Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni]

Ya Allah sesungguhnya engkau adalah Maha Pemaaf dan mencintai untuk memaafkan, maka maafkanlah diriku.

Sumber :

Fikih doa dan Dzikir Syaikh Abdurrozzaq bin Abdil Muhsin

muslim.or.id, konsultasisyariah.com

Cianjur, 17 Februari 2021

Oleh : Muhammad Abu Alif

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

PALING POPULER