Selasa, Agustus 2, 2022
spot_img
BerandaFiqih Do'a dan DzikirDOA-DOA YANG DINUKIL DARI NABI DALAM BERBAGAI PERSOALAN

DOA-DOA YANG DINUKIL DARI NABI DALAM BERBAGAI PERSOALAN

DOA-DOA YANG DINUKIL DARI NABI DALAM BERBAGAI PERSOALAN

1. Doa Memakai Pakaian Baru

Dari Abu Sa’id Al-Khudri, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika mendapatkan pakaian atau baju baru, entah itu gamis atau imamah (penutup kepala), beliau membaca doa:

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

[Allahumma lakal hamdu anta kasawtaniihi. As-aluka min khoirihi wa khoiri maa shuni’a lah, wa a’udzu bika min syarrihi wa syarri maa shuni’a lah]

Ya Allah, hanya milik-Mu lah segala pujian. Engkaulah yang memberi pakaian ini kepadaku. Aku mohon kepada-Mu agar memperoleh kebaikan dari pakaian ini dan kebaikan yang ia diciptakan karenanya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan yang diciptakan karenanya. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Diantara kebaikan pakaian yang paling besar yang nabi mohonkan dalam doa ini adalah menutup aurat dan berhias diri. Sedangkan diantara keburukan pakaian yang nabi berlindung darinya adalah perasaan sombong dan tinggi hati.  Dan barang siapa yang tidak menghiasi batinnya maka tidak akan bermanfaat pakaian indah yang ia berhias dengannya. Allah berfirman:

وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (QS. Al-A’rof: 26)

2. Doa Ketika Melihat Saudaranya Mengenakan Pakaian Baru

Diriwayatkan dari Abu Nadhroh beliau mengatakan, “Biasanya sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika melihat salah seorang sahabat mengenakan pakaian baru mereka mengatakan padanya,

تُبْلِي وَيُخْلِفُ اللهُ تَعَالَى

“[Tubliy wa yukhlifullahu Ta’ala]

Kenakanlah sampai lusuh. Semoga Allah Ta’ala memberikan gantinya ke-padamu.” (HR. Abu Dawud)

Di dalam doa ini terdapat permohonan kepada Allah agar orang yang mengenakan pakaian barunya panjang umur dan pakaiannya yang telah usang digantikan dengan pakaian yang lebih baik.

3. Doa Bagi Orang Yang Telah Memberikan Kebaikan

Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

« مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ فَقَالَ لِفَاعِلِهِ جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ فِى الثَّنَاءِ ».

“Barangsiapa yang dibuatkan kepadanya kebaikan, lalu ia mengatakan kepada pelakunya: “Jazakallah khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh ia telah benar-benar meninggikan pujian.” (HR. Tirmidzi)

4. Doa Ketika Melihat Putik Buah

Apabila kita melihat pohon kita mulai tumbuh buahnya walaupun kecil, maka di saat itu kita bisa mengucapkan doa berikut:

اللهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي ثَمَرِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي مَدِينَتِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي صَاعِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي مُدِّنَا، اللهُمَّ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ عَبْدُكَ وَخَلِيلُكَ وَنَبِيُّكَ، وَإِنِّي عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، وَإِنَّهُ دَعَاكَ لِمَكَّةَ، وَإِنِّي أَدْعُوكَ لِلْمَدِينَةِ بِمِثْلِ مَا دَعَاكَ لِمَكَّةَ، وَمِثْلِهِ مَعَهُ

[Allohumma barik lana fi tsamarina wa barik lana fi madinatina wa barik lana fi sho-‘ina wa barik lana fi muddina. Allohumma inna ibrohima ‘abduka wa kholiluka wa nabiyyuka wa inni ‘abduka wa nabiyyuka wa innahu da’aka li makkata wa inni ad’uka lil madinata bi mitsli ma da’aka li makkata, wa mitslihi ma’ahu.]

“Ya Allah, berkahilah buah-buahan kami, berkahilah kota kami, berkahilah sha’ kami, dan berkahilah mud kami. Ya Allah, Nabi Ibrahim adalah hamba-Mu, kekasih-Mu dan Nabi-MU. Dan aku adalah hamba-Mu dan Nabi-Mu. Dia berdoa kepada-Mu bagi kemakmuran Mekkah, dan aku berdoa kepada-Mu bagi kemakmuran Madinah, seperti Ibrahim mendoakan kota Makkah.”

5. Doa Ketika Memiliki Sesuatu Dan Khawatir Terkena ‘Ain

وَلَوْلَآ إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَآءَ ٱللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّهِ

Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu [maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah] sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. (QS. Al-Kahfi: 39)

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ أَوْ مِنْ نَفْسِهِ أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيُبَرِّكْهُ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

Rasullulloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, pada dirinya atau pada hartanya, maka doakan keberkahan padanya, karena sesungguhnya penyakit ain itu haq (benar). (HR Ahmad).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa meminta perlindungan kepada Allah dengan membaca dua surat yang dijuluki mu’awwidzatain (dua surat pelindung), yaitu Al-Falaq dan An-Naas.

Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu meriwayatkan:

كانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَتَعَوَّذُ مِنَ الْجَانِّ وَعَيْنِ الإِنْسَانِ حَتَّى نَزَلَتِ الْمُعَوِّذَتَانِ فَلَمَّا نَزَلَتَا أَخَذَ بِهِمَا وَتَرَكَ مَا سِوَاهُمَا

Rasulullah  dulu memohon perlindungan dari jin dan ‘ain manusia hingga turun al-mu’awwidzatain (surat Al-Falaq dan An-Naas). Setelah turun al-mu’awwidzatain, Rasulullah  memohon perlindungan dengan membaca keduanya (Al-Falaq dan An-Naas) dan meninggalkan yang lain. (HR. Tirmidzi).

6. Doa Bagi Diri Sendiri Ketika Melihat Orang Lain Tertimpa Musibah

Dari Ibnu ‘Umar, dari bapaknya ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ رَأَى صَاحِبَ بَلاَءٍ فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى عَافَانِى مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِى عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاً إِلاَّ عُوفِىَ مِنْ ذَلِكَ الْبَلاَءِ كَائِنًا مَا كَانَ مَا عَاشَ

“Siapa saja yang melihat yang lain tertimpa musibah, lalu ia mengucapkan,

[‘Alhamdulillahilladzi ‘aafaani mimmab talaaka bihi, wa faddhalanii ‘ala katsiirim mimman khalaqa tafdhilaa’]

Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari musibah yang menimpamu dan benar-benar memuliakanku dari makhluk lainnya. Kalau kalimat itu diucapkan, maka ia akan diselamatkan dari musibah tersebut, musibah apa pun itu semasa ia hidup.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)

Hendaknya seseorang khawatir akan tertimpa musibah yang menimpa saudaranya. Ibrahim An-Nakha’i mengatakan “Sungguh ketika aku melihat sesuatu yang aku tidak menyenangkan, tidak ada yang menghalangiku untuk membicarakannya kecuali karena khawatir tertimpa hal yang sama.”

7. Doa Ketika Ada Yang Mengatakan “Aku Mencintaimu Karena Allah”

Adapun hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Dawud dari sahabat Anas bin Malik, beliau berkata:

أن رجلاً كان عند النبي صلى الله عليه وسلم فمر به رجل فقال: يا رسول الله إني لأحب هذا، فقال له النبي صلى الله عليه وسلم: أعلمته؟ قال: لا، قال: أعلمه، قال: فلحقه فقال: إني أحبك في الله، فقال: أحبك الذي أحببتني له

Bahwasanya ada seorang sahabat yang sedang berada di sisi Nabi shāllallahu ‘alaihi wa alihi wasallam, kemudian seseorang lewat di hadapan mereka. Lantas sahabat ini mengatakan: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku benar-benar mencintai orang ini”. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun berkata kepadanya: “Apakah engkau telah memberitahukan rasa cintamu kepadanya?” Ia berkata: “Belum.” Beliau berkata: “Jika demikian, pergilah dan beritahukan kepadanya”. Maka ia langsung menemui orang itu dan mengatakan [Inni uhibbuka fillah] sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah, lalu orang tersebut menjawab: [Ahabbakalladzi ahbabtani lahu] Semoga Allah mencintaimu, Dzat yang telah menjadikanmu mencintaiku karena-Nya. (HR. Abu Dawud)

8. Doa Ketika Mendengar Suara Ayam, Keledai Dan Anjing

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ، فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا، وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا

“Apabila kalian mendengar ayam berkokok, mintalah karunia Allah (berdoalah), karena dia melihat malaikat. Dan apabila kalian mendengar ringkikan keledai, mintalah perlindungan  kepada Allah dari setan, karena dia melihat setan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِذَا سَمِعْتُمْ نُبَاحَ الْكِلاَبِ وَنَهِيْقَ الْحَمِيْرِ بِاللَّيْلِ، فَتَعَوَّذُوْا بِاللهِ فَإِنَّهُنَّ يَرَيْنَ مَا لاَ تَرَوْنَ.

‘Apabila kalian mendengar gonggongan anjing dan ringkikan keledai pada malam hari, maka mintalah perlindungan (ta’awwudz) kepada Allah, karena mereka melihat sesuatu yang tidak kalian lihat’

9. Doa Masuk Pasar

Dari ‘Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَخَلَ السُّوق فَقَالَ : لا إِلَه إِلَّا اللَّه وَحْده لا شَرِيك لَهُ، لَهُ الْمُلْك وَلَهُ الْحَمْد، يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيّ لا يَمُوت، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلّ شَيْء قَدِير، كَتَبَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ، وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ، وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ – وفي رواية: وبنى له بيتاً في الجنة –

“Barangsiapa yang masuk pasar kemudian membaca (zikir): [Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyii wa yumiit, wa huwa hayyun laa ya yamuut, bi yadihil khoir, wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir] “Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, Dialah yang maha hidup dan tidak pernah mati, ditangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia maha mampu atas segala sesuatu”, maka allah akan menuliskan baginya satu juta kebaikan, menghapuskan darinya satu juta kesalahan, dan meninggikannya satu juta derajat.

Sumber : Fikih doa dan Dzikir Syaikh Abdurrozzaq bin Abdil Muhsin

rumaysho.com, muslim.or.id, muslimah.or.id, konsultasisyariah.com

Cianjur, 18 November 2021

Oleh : Muhammad

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

PALING POPULER