Kamis, Juni 20, 2024
spot_img
BerandaPenjelasan Asmaul HusnaAL-BATHIN (Yang Maha Dekat)

AL-BATHIN (Yang Maha Dekat)

AL-BATHIN (Yang Maha Dekat)

(Disebutkan dalam al-Qur’an: 1 kalí)

هُوَ ٱلْأَوَّلُ وَٱلْءَاخِرُ وَٱلظَّٰهِرُ وَٱلْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

“Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu..” (QS. Al-Hadid: 3)

Al-Bathin berarti tidak ada sesuatu pun di bawah-Nya.

sebagaimana yang ditafsirkan oleh Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa salam :

اللهم أنت الأول فليس قبلك شيء، وأنت الآخرفليس بعدك شيء، وأنت الظاهر فليس فوقك شنيء، وأنت األباطئ فليس دونك شيء

“Ya Allah, Engkau-lah Yang Maha Awal, maka tidak sesuatu pun sebelum-Mu, Engkau-lah Yang Maha Akhir, maka tidak sesuatu pun setelah-Mu, Engkau-lah Yang Maha Tinggi, maka tidak sesuatu pun di atas-Mu, Engkau-lah Yang Maha Dekat, maka tidak ada sesuatu pun yang lebih dekat dari-Mu.” (HR.Muslim: 7064)

Al-Bathin merupakan bukti bahwa Allah Maha Mengetahui segala rahasia, yang tertutup, yang tersembunyi dan yang halus, juga merupakan bukti kemahadekatan yang sempurna. Al-Bathin tidak berlawanan dengan azh-Zhahir karena tidak ada sesuatu pun yang sama dengan Allah.

Al-Bathin juga berarti Yang Maha Mengetahui segala sesuatu, mengetahui segala yang lahir dan bathin. Dia Maha Bathin yang tidak dapat dijangkau oleh indera, namun dapat diketahui melalui hasil perbuatan-Nya.

Dia-lah Yang Maha Bathin dengan segala sesuatunya, maka tidak ada yang paling dekat dari-Nya:

وَنَحۡنُ أَقۡرَبُ إِلَیۡهِ مِنۡ حَبۡلِ ٱلۡوَرِیدِ

“. Dan Kami lebih dekat kepadanya dibanding urat leher.” (QS.Qaaf: 16)

Penggandengan empat nama: al-Awwal, al-Akhir, azh-Zhahir dan al-Bathin menunjukkan bahwa Allah Maha Meliputi segalanya dengan sempurna (meliputi segala waktu dan tempat), maka tidak ada tempat berlari bagi seorang hamba dari ketergantungan dan rasa butuhnya selain kepada Allah Yang Maka Perkasa lagi Maha Mulia.

Pengetahuan sifat Bathiniyyah Allah, kekuasaan-Nya yang meliputi seluruh alam semesta, kedekatan-Nya kepada sekalian hamba, dan juga pengetahuan-Nya atas segala yang bathin (tersembunyi), rahasia, serta samar menuntut hamba agar menyucikan jiwanya, memperbaiki hati sanubari, membersihkan batin, menjernihkan hati itu, dan membuat ia makmur dengan iman dan takwa.

Siapa yang dikaruniai pemahaman terhadap makna al-Bathin, maka akan jelas baginya cara beribadah dengannya, yaitu keyakinan bahwa Allah meliputi segala alam, maka perbaikilah keadaan rahasiamu, karena bagi Allah ia adalah nampak, sucikanlah bathinmu, karena bagi Allah ia adalah lahiriah.

Riya tidak akan memasuki hati seorang hamba yang menyadari bahwa bathinnya terbuka bagi Rabb Yang Maha Bathin.

Dapat disimpulkan bahwa mengetahui makna keempat nama ini  ( Al-Awwal.Al-Akhir,Adzohir dan Al-Bathin) secara mendalam merupakan rukun ilmu, ma’rifah dan tauhid, maka seorang hamba hendaknya mengetahuinya sejauh kemampuan dan pemahaman yang ia miliki. Setiap hamba akan bersandar kepada keempat nama tersebut,sebagaimana telah jelas bagi kita ketika ia dikalahkan oleh kelemahan fisik dan jiwa, maka ia mencari pertolongan Allah dari awal hingga akhir urusannya, yaitu dengan keyakinan bahwa Allah Maha Zhahir lagi Maha Bathin.

Berdo’a dengan nama Al-Bathtin seperti di sebutkan dalam hadist

اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَاْلإِنْجِيْلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْر

Artinya:

“Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur’an). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah). Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelah-Mu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atas-Mu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.”[ HR. Muslim no. 2713.

Penulis :

Haidar Andika

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

PALING POPULER