Kamis, Juni 20, 2024
spot_img
BerandaFiqih Do'a dan DzikirWAKTU DAN AMALAN YANG DISYARIATKAN UNTUK MEMUJI ALLAH

WAKTU DAN AMALAN YANG DISYARIATKAN UNTUK MEMUJI ALLAH

WAKTU DAN AMALAN YANG DISYARIATKAN UNTUK MEMUJI ALLAH

Walaupun “alhamdu” dituntut dari seorang muslim disetiap waktu, akan tetapi ada waktu-waktu tertentu dan keadaan khusus yang dilalui oleh seorang hamba, dimana “alhamdu”  saat itu lebih diutamakan baginya.

Diantaranya, memuji Allah ketika selesai makan dan minum. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Artinya: “wahai orang-orang yang beriman, makanlah yang baik-baik dari rejeki yang telah diberikan kepadamu, dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu benar-benar menyembah-Nya.” (QS.Al-Baqarah:172).

Imam Muslim meriwayatkan dalam shahihnya dari Anas bin Malik radiyallahu anhu dia berkata bahwasanya Rasulullah shalallahu `alaihi wasallam bersabda:

إنَّ اللهَ ليرْضَى عَنِ العبْدِ أنْ يأكلَ الأكلَةَ فيحمَدَه عليها، أو يَشْربَ الشَّرْبَةَ فيحمَدَه عليها

Artinya: “sungguh Allah ridho dari seorang muslim bila dia makan makanan lalu memuji Allah atasnya, dan minum minuman lalu memuji Allah atasnya.” (HR.Muslim).

Imam Tirmidzi juga meriwayatkan dengan sanad yang hasan , dari Mu`adz bin Anas dari ayahnya dia berkata bahwa Rasulullah shalallahu `alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَكَلَ طَعَامًا فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنِى هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ. غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “barangsiapa yang memakan makanan lalu dia berdoa dengan mengucapkan zikir `alhamdulillah allazi ath`amaniy hadza warazaqaniy min ghairi haulin minni wala quwwah` maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR.Tirmidzi).

Diantara keadaan khusus memuji Allah adalah ketika bangkit dari ruku`. Dalam shahih Muslim dari sahabat Ali bin Abi Thalib radiyallahu anhu dia berkata bahwa Rasulullah shalallahu `alaihi wasallam biasa jika mengangkat kepalanya dari ruku` beliau mengucapkan:

سمِعَ اللهُ لِمَن حمِدَه، اللهمَّ ربَّنا لك الحمدُ، مِلْءَ السَّمواتِ، ومِلْءَ الأرضِ، ومِلْءَ ما شِئتَ مِن شيءٍ بعدُ

Artinya: “semoga Allah mendengar kepada siapa saja yang memuji-Nya, Wahai Rabb kami milik-Mu segala pujian sepenuh langit dan bumi dan sepenuh apa yang engkau kehendaki dari sesuatu setelah itu.” (HR.Muslim).

Diantara keadaan dan waktu yang ditekankan padanya “alhamdu” adalah memuji Allah diawal khutbah dan kajian-kajian atau permulaan pada buku-buku, maupun yang sepertinya. Diriwayatkan para penulis kitab-kitab Sunan, dari Abdullah bin Mas’ud radiyallahu anhu dia berkata: Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kepada kami khutbah hajjah:

الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره, ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له,

 ومن يضلل فلا هادي له

Artinya: “segala puji bagi Allah, kita memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, dan kita berlindung kepada Allah dari keburukan jiwa dan kejelekan amal perbuatan kita, barangsiapa yang Allah beri petunjuk niscaya tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan siapa yang disesatkan tidak ada yang bisa memberinya petunjuk.” [HR.AN-Nasa’i, Tirmidzi, Abi Daud dan Ibnu Majah].

Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam apabila mendapatkan pakaian baru, maka beliau memberi namanya, kemudian mengucapkan:

اللَّهمَّ لَكَ الحمدُ أنتَ كسوتَنيهِ، أسألُكَ خيرَه، وخيرَ ما صُنعَ لَه، وأعوذُ بِكَ من شرِّه، وشرِّ ما صُنِعَ لَهُ

Artinya: “Ya Allah bagimu segala pujian, Engkau yang memberi pakaian kepadaku, aku mohon kebaikannya dan kebaikan yang diperbuatnya, dan aku berlindung dari keburukan dan keburukan yang diperbuatnya.” [HR.Abu Daud dan An-Nasa’i].

Pujian juga ditekankan ketika seseorang mengalami bersin. Dimana bersin adalah nikmat dari nikmat-nikmat Allah. maka Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan adabnya, diantaranya:

إذا عطس أحدكم فليقل: الحمدلله، وليقل له أخوه أو صاحبه: يرحمك الله، فإذا قال له: يرحمك الله، فليقل: يهديكم الله ويصلح بالكم

Artinya: “apabila salah seorang dari kamu bersin, maka hendaklah ia mengucapkan ‘alhamdulillah’, dan bagi saudaranya yang mendengarnya untuk menjawabnya dengan ‘yarhamukallah’ (semoga Allah merahmati kamu). Bila saudaranya mengatakan ‘yarhamukallah’, maka hendaklah yang bersin tadi mengucapkan ‘yahdikumullah wa yuslih baalakum’ (semoga Allah menunjuki kamu dan memperbaiki keadaan kamu).”[HR.Bukhari].

Pujian kepada Allah juga boleh kita ucapkan apabila melihat seseorang tertimpa cacat atau yang semisalnya. Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ رَأَى مُبْتَلًى فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا لَمْ يُصِبْهُ ذَلِكَ الْبَلَاء

Artinya: “barangsiapa yang melihat seseorang tertimpa sesuatu lalu dia mengucapkan ‘alhamdulillah allazi aafani mimma ibtalaaka bihi wa fad dholani ‘ala katsirin mimman kholaqo tafdhiila’ (segala puji bagi Allah yang telah memberi aku keselamatan, dari apa yang telah menimpamu, dan telah melebihkan aku dari kebanyakan makhluk yang diciptakan), niscaya dia tidak akan ditimpa oleh cobaan tersebut.” [HR.Tirmidzi].

Begitu juga seorang hamba wajib memuji Allah disetiap keadaannya. Baik dalam keadaan senang atau susah. Lapang atau sempit, suka atau duka. Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bila melihat sesuatu yang beliau sukai, ia mengucapkan:

الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang dengan sebab nikmat-Nya sempurnalah segala kebaikan.”

Dan jika beliau melihat apa yang tidak disukainya, beliau mengucapkan:

الحمد لله على كل حال

Artinya: “segala puji bagi Allah atas semua keadaan.” [HR.Ibnu Majah].

Inilah Sebagian tempat dan waktu yang ditekankan padanya “alhamdu”, diantara apa-apa yang dating dari Sunnah. Wallahu’alam.

(tulisan ini ringkasan dari buku Fiqih Do`a dan Dzikir karya Syaikh Abdurrazaq hafidzahullah)

وصلى الله على نبينا محمد وعلى اله وسلم

Faisal Mista,

Cianjur, Komp.Masjid Al-Bayaan

ARTIKEL TERKAIT

1 KOMENTAR

  1. Barokallaahufiikum
    MasyaAllah MasyaAllah
    Semoga setiap kalimat yg di sampekan menjadi pahala jaiyah yg tak berujung.
    Dan membaqa Manfaat bagi yg mengamalkan ilmunya dan yg mengeshare ulang .walo hanya copas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

PALING POPULER