Selasa, Maret 5, 2024
spot_img
BerandaFiqih Do'a dan DzikirPembatal-Pembatal Syahadat

Pembatal-Pembatal Syahadat

Pembatal-Pembatal Syahadat

         Berikut kami akan sebutkan pembatal-pembatal tersebut secara ringkas, agar seorang muslim mewaspadainya, dan memperingatkan yang lainnnya diantara kaum muslimin, dengan harapan mendapatkan keselamatan dari Allah.

Pertama, syirik yaitu beribadah kepada selain Allah. Allah berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ

Artinya:”Sungguh Allah tidak mengampuni dosa orang yang mempersekutukan-Nya (dengan sesuatu apapun), dan Allah mengampuni selain dosa itu bagi siapa yang dia kehendaki. (An-Nisa:48).

Kedua, orang yang menjadikan antara dirinya dengan Allah perantara-perantara yang tidak disyariatkan, yang mereka minta syafa`at kepada perantara-perantara itu, bertawakal kepadanya yaitu kepada selain Allah. Karena meminta syafaat adalah do`a sebagai bentuk ibadah, begitu juga tawakkal adalah ibadah yang tidak boleh diberikan kepada selain Allah.

Allah berfirman:

وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ

Artinya: “mereka menyembah selain Allah apa yang tidak dapat mendatangkan mudarat kepada mereka dan tidak juga manfaat, Dan mereka berkata mereka itu adalah pemberi syafa’at kami disisi Allah.” (Yunus:18).

Ketiga, siapa yang tidak mengkafirkan orang musyrik, atau ragu tentang kekafiran mereka, atau membenarkan agama mereka, maka dia telah kafir.

        Hal ini dikarenakan Allah Ta’ala telah mengkafirkan mereka, maka orang yang  tidak mau mengkafirkan mereka, atau meragukan kekufuran mereka, atau ia membenarkan pendapat mereka, sedangkan kekufuran mereka itu nyata, maka orang ini telah menentang Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah berfirman:

 إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَٰئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang kafir, yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke Neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” [Al-Bayyinah: 6]

Keempat, orang yang berkeyakinan bahwa petunjuk selain petunjuk nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam lebih sempurna atau hukum selain hukum nabi Muhammad lebih bagus dari padanya. Seperti seseorang mengutamakan hukum thogut dari pada hukum Allah.

Allah Ta’ala berfirman:

 أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Artinya: “Apakah hukum Jahiliyyah yang mereka kehendaki? Dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (Al-Maidah: 50).

Kelima, orang yang membenci risalah yang dibawa nabi Muhammad, walaupun dia mengamalkannya. Maka terhapuslah amalnya sebagaimana Firman Allah:

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ

Artinya: “Yang demikian itu karena mereka tidak menyukai apa yang diturunkan Allah maka terhapuslah amal-amal mereka.” (Muhammad : 9).

Keenam, orang yang memperolok-olok agama Islam dan ajarannya, maka batallah Syahadat  darinya. Allah berfirman tentang keadaan orang munafik yang memperolok Nabi;

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ

Artinya: “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (At-Taubah: 65).

Lalu Allah pastikan kekafiran mereka pada ayat setelahnya, Allah berfirman:

لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ ۚ

artinya: “Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman”. (At-Taubah: 66)

Ketujuh melakukan sihir termasuk di dalamnya mantra-mantra dan jimat-jimat. Siapa yang percaya kepadanya, melakukannya dan Ridho dengan sihir itu maka batallah syahadatnya. Sebagaimana Firman Allah:

وَلَٰكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ

Artinya: “hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia.” (Al-Baqoroh ayat 102).

Delapan, mendukung atau menolong orang-orang kafir dalam melawan kaum muslimin. Dalilnya Firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (Al Ma’idah: 51).

Sembilan, siapa yang berkeyakinan bahwa sebagian manusia diberi kebebasan untuk keluar dari syariat Muhammad Sallallahu alaihi wasallam maka batallah syahadat nya. Berdasarkan Firman Allah:

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Artinya: “Barangsiapa mencari agama selain Islam maka sekali kali tidak diterima dari nya, dan dia di akherat termasuk orang orang yang rugi.” (Al Imron: 85).

Sepuluh, berpaling dari agama Allah,  tidak mempelajarinya, maka batallah syahadat nya sebagaimana Firman Allah:

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا ۚ إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَ

Artinya:”siapakah yang lebih zalim daripada orang yang diingatkan tentang ayat ayat Allah kemudian dia berpaling darinya, sungguh kami akan membalas orang orang yang berdosa.” (Sajadah: 22).

        Inilah 10 perkara yang termasuk pembatal-pembatal kalimat syahadat, maka barangsiapa yang terjerumus pada salah satu darinya niscaya batal tauhidnya, hancur keimanannya dan ucapan laailaahallallah nya tidak ada manfaat.

       Kita berlindung kepada Allah dari perkara yang mendatangkan kemurkaannya dan kepedihan siksaannya. Kita memohon kepada Allah agar Dia selalu memberi kita taufik kepada apa yang Allah ridhoi dan membimbing kita dan juga kaum muslimin kepada jalan yang lurus sesungguhnya Allah Maha mengabulkan do`a dan Allah Maha dekat.

(tulisan ini ringkasan dari buku Fiqih Do`a dan Dzikir karya Syaikh Abdurrazaq hafidzahullah)

وصلى الله على نبينا محمد وعلى اله وسلم

Faisal Mista,

Cianjur, Komp.Masjid Al-Bayaan

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

PALING POPULER