ALLAH DZUL JALAL WAL IKRAM

(Yang Maha Pemilik Keagungan dan Kemuliaan)

Makna Nama Allah Dzul Jalal wal Ikram.

Allah Berfirman:

تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ [الرحمن: 78]

Artinya: “Maha Mulia Nama Rabbmu Dzul Jalal wal Ikram”. (Ar-Rahman: 78 ).

وقال ابنُ جرير: ﴿ تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ﴾ يقول تعالى ذكْره: تبارك ذِكْرُ ربِّك يا محمدُ ﴿ ذِي الْجَلَالِ ﴾؛ يعني: ذي العظمة ﴿وَالْإِكْرَامِ﴾؛ يعني: ومَنْ له الإكرامُ مِنْ جميعِ خلقِهِ

Berkata Ibnu jarir: “makna firman Allah ( Maha Mulia Nama Rabbmu) maksudnya Maha Mulia Nama Rabbmu Muhammad, “dzul jalal” maksudnya adalah pemilik keagungan, “wal ikram” maksudnya hanya Dia pemilik kemulian daripada semua makhluknya”.

(lihat tafsir At-Thobari surat Ar-Rahman:78)

وقال الزَّجاجُ: ذو الجَلالِ: أَنَّه المُستحقُّ لأنْ يُجَلَّ ويُكرمَ. (تفسير الأسماء ، ص: 62)

Berkata Imam Az-Zujaz: “dzul jalal” maksudnya adalah Dialah Allah yang berhak untuk diagungkan dan dimuliakan. (lihat tafsir asma, hal:62).

وقال السعديُّ: «﴿ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ ﴾؛ أي: ذو العظَمةِ والكبرياءِ، وذو الرَّحمةِ والجُودِ والإحسانِ العامِّ والخاصِّ، المَكْرُمةِ لأوليائِهِ وأصفيائِهِ الذين يُجلُّونه ويُعظمونه ويحبُّونه

Berkata Syaikh Sa’di: “dzul jalal wal ikram” maksudnya adalah Allah pemilik keagungan dan kebesaran, serta pemilik rahmat, kedermawanan, kebaikan secara umum dan khusus. Dia yang memuliakan wali-Nya yang mereka semua memuliakan, mengagungkan dan mencintai Allah”. (lihat Tafsir Syaikh Sa’di surat Ar-Rahman).

Beribadah kepada Nama Allah Dzul Jalal wal Ikram.

Beribadah kepada Allah dengan Nama ini yaitu dengan mengagungkan dan memuliakan Allah sebenar-benar pengagungan. Memuliakan apa yang Allah muliakan baik itu Nama-nama dan sifat-Nya, memuliakan kitab-Nya, memuliakan Nabi-Nya, juga memuliakan orang tua, serta memuliakan semua syariat-Nya. Dengan cara mentaati perintah dan menjauhi semua larang-Nya.

Berdoa dengan nama Dzul jalal wal Ikram.

Sangat dianjurkan ketika bertawasul dalam do’a maka kita bertawasul dengan Nama Allah ini, yaitu dengan do’a:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الْمَنَّانُ بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu bahwa sesungguhnya segala pujian hanya milik-Mu, tiada sembahan yang benar kecuali Engkau, Yang Maha Pemberi karunia, Pencipta langit dan bumi, wahai Yang Maha Memiliki keagungan dan kemuliaan, wahai Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri.”

Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu menceritakan, bahwa beliau pernah duduk bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sementara ada orang yang shalat. Kemudian orang ini membaca kalimat di atas. Mendengar itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَقَدْ دَعَا اللَّهَ بِاسْمِهِ الْعَظِيمِ الَّذِى إِذَا دُعِىَ بِهِ أَجَابَ وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى

Sungguh dia telah berdoa kepada Allah dengan nama-Nya yang paling agung, yang jika seseorang berdoa kepada-Nya dengan nama tersebut maka Allah akan mengabulkannya, dan jika dia meminta kepada-Nya dengan nama tersebut maka Allah akan memenuhi permintaannya.” (HR. Ahmad, Abu Daud, An-Nasa’i, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

هذا وصلى الله على نبينا محمد وعلى اله وصحبه و سلم

Cianjur

Faisal Mista

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here