DOA NABI YUNUS ALAIHISALAM

Diantara doa-doa Agung yang disebutkan dalam Al Qur’an adalah doa dalam kisah Yunus Alaihisalam, beliau adalah seorang nabi diantara nabi-nabi Allah Ta’ala. Diutus kepada penduduk Ninawa diwilayah Iraq. Beliau mengajak mereka kepada Allah Ta’ala namun mereka enggan mengikutinya dan mengkufurinya hingga beliau mengancam mereka dengan azab.

Kemudian dia keluar dari tengah-tengah mereka karena marah terhadap mereka, sebelum Allah Ta’ala memerintahkannya akan hal itu, sehingga ia menumpang di sebuah perahu yang penuh dengan penumpang. Akhirnya mereka dipermainkan oleh gelombang laut hingga mereka khawatir tenggelam. Maka mereka mengundi untuk siapa dibuang ke laut agar meringankan beban perahu tersebut.

Ternyata undian itu jatuh kepada Yunus Alaihisalam sebagai ujian dari Allah Ta’ala, saat itulah beliau berdiri dan menjatuhkannya ke laut. Lalu Allah Ta’ala mengirimkan ikan besar untuk menelan Yunus Alaihisalam.

Allah Ta’ala juga mewahyukan kepada ikan itu agar tidak memakan daging nabi Yunus Alaihisalam dan meremukan tulangnya.

Sehubungan dengan ini Allah Ta’ala berfirman:

وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ

Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul,

إِذْ أَبَقَ إِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ

(ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan,

فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ

kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian.

فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ

Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.

فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ

Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah,

(Qs: Ash shafaat: 139-144)

Ketika Yunus Alaihisalam berada dalam perut ikan pada kegelapan-kegelapan itu, beliaupun menyeru Rabbnya mohon pertolongan dan mengakui kesalahan-kesalahannya.

Allah berfirman dalam kitab-Nya:

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim”.

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ ۚ وَكَذَٰلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ

Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman. (Qs: Al Anbiya: 87-88)

Lafadz “Dzunnun” dikomentari oleh imam Ath thabari: “yakni sahabat nun. Adapun nun adalah ikan besar. Hanya saja yang dimaksud Dzunnun adalah Yunus bin Matta”. (Tafsir Ath thabari, 16/374.)

Doa Agung yang digunakan Yunus Alaihisalam kepada Rabbnya dalam perut ikan, mengandung 3 sisi:

1. Lafadz “Bahwa tidak ada sesembahan yang hak kecuali Engkau” dikomentari oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah: “Disini terdapat penetapan pengesaan Allah Ta’ala dalam ilahiah. Sementara ilahiah mencakup kesempurnaan ilmu-Nya, kekuasaan-Nya, rahmat-Nya dan hikmah-Nya.

2. Lafadz “Maha suci Engkau” terdapat penetapan pencucian Allah Ta’aala dari segala kekurangan dan aib, lalu penetapan keagungan-Nya yang berkonsekwensi bagi-Nya terbebas dari kekurangan dan aib.

3. Lafadz “sungguh aku termasuk orang-orang yang dzalim” disini terdapat pengakuan akan dosanya dan keadaannya. Ia mengandung permohonan ampunan dari Allah Ta’ala.

( Tulisan ini diringkas dari buku Fiqih Doa dan Dzikir karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdil Muhsin Al- Badr Hafidzohullahu Ta’ala )

Cianjur, Komplek Masjid Al- Bayaan

Senin, 14 Juni 2021

Fitra Aryasandi, S.Ag

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here