Rabu, Februari 8, 2023
spot_img
BerandaPenjelasan Asmaul HusnaAl-’Aziz (Yang Maha Perkasa)

Al-’Aziz (Yang Maha Perkasa)

Nama Allah Al-’Aziz (Yang Maha Perkasa)

Menggapai kemuliaan dengan Nama Allah Al-’Aziz pada Bulan Ramadhan

Nama Allah Al-’Aziz disebutkan dalam al-Qur’an sebanyak hampir 100 kali.1 Diantaranya  disebutkan dalam Surat al-Hasyr/59:23:

… الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

… yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Makna Al ‘Aziz disebutkan dalam Surat Yunus/10:65:

… إِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

… Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah. Dialah yang Maha mendengar lagi Maba mengetahui.

Maka makna Al-’Aziz artinya Dzat yang baginya seluruh makna-makna kekuasaan. Kekuasaan di sini mencakup yaitu kekuatan, ketidakbutuhan, dan keperkasaan dan kemenangan atas seluruh makhluk yang ada.

Konsekuensi dari nama ini diantaranya bahwa sesorang apabila diberikan kekuasaan, kekuatan, dan yang semisalnya maka hendaklah menyadari bahwa ada yang Maha Berkuasa di atas segalanya. Dan menggunakan kekuasaaan yang ada padanya tersebut sesuai dengan fungsinya dan berakhlak sebagaimana akhlak atau sifat yang dicintai oleh Allah. Namun, barangsiapa dari makhluk yang sok berkuasa (angkuh), maka ia akan kembali dengan murka Allah dan berhak mendapatkan ancaman-Nya. Sungguh  Allah telah mengancam orang yang demikian kondisinya dengan siksa yang keras dikuncinya hati, dan dimasukan ke dalam neraka pada hari kiamat.2

Doa ibadah dengan nama ini selain menyakini bahwa kekuasaan (kemuliaan) adalah milik Allah semuanya, diantaranya menyakini bahwa kitab-Nya ‘Aziz (mulia), para nabi-Nya mulia, kemuliaan di dunia adalah apa yang dimuliakan oleh Allah, meminta kemuliaan dan kekuasaan hanya kepada Allah sebagai pemiliknya, barangsiapa yang jujur meminta kemuliaan maka Allah akan memberikan kepadanya, menjauhi dari meminta kemuliaan dari selain Allah karena meminta kemuliaan yang berasal dari selain Allah adalah kehinaan, kemuliaan yang sebenarnya apa yang ada pada seorang mukmin tidak pada selainnya seperti munafik yaitu Abdullah bin salul tokohnya dan pengikutnya, dan memperoleh kemuliaan dengan menempuh sebab-sebab kemuliaan diantaranya yang datang dari Nabi seperti tawadhu’, membantu yang lemah, tidak merendahkan yang lain dan angkuh diri, memaafkan kesalahan dan serta tidak bergantung kepada makhluk.3 Dan  lain sebagainya dari sebab-sebab kemuliaan terutama menjalakan kewajiban-kewajiban dan menjauhi larangan-larangan Allah karena mendekatinya adalah kehinaan apalagi melakukannya. Terutama sebab-sebab  tersebut dilakukan pada bulan Ramdhan kemuliaan yang lebih besar yang akan didapatkan dari apa yang ada di sisi Allah.

Doa mas’alah (permintaan) dengan nama Allah Al-’Aziz diantaranya dalam Surat al-Mumtahana/60 :5

رَبَّنَا لا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau jadikan Kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. dan ampunilah Kami Ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Dan do’a lainnya dalam Surat Al-Baqarah/2: 129, Surat Ghaafir: 8, Surat Shaad: 65-66, dan dari hadis doa yang ma’tsur do’a ketika terjaga dari tidur pada malam hari,serta do’a bagian tubuh yang sakit dan lain-lain. Adapun menyebut nama ini saja dengan hitungan tertentu ntuk mendapatkan sesuatu maka tidak terdapat dalam sunnah Nabi. Wallahu’alam.

Penyusun : Dzakwan Mukhtar BA.

Sumber    : 1. Fiqih Asma’ul Husna

                 2. Fiqih Asma’ul Husna

                 3. The Miracle Of Asmaul Husna

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

PALING POPULER