Kamis, Februari 9, 2023
spot_img
BerandaPenjelasan Asmaul HusnaAZH-ZHAHIR (Yang MahaTinggi)

AZH-ZHAHIR (Yang MahaTinggi)

AZH-ZHAHIR (Yang MahaTinggi)

(Disebutkan dalam al-Qur’an: 1 kali)

هُوَ ٱلْأَوَّلُ وَٱلأْٰاخِرُ وَٱلظَّٰهِرُ وَٱلْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

“Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu..” (QS. Al-Hadid: 3)

Azh-Zhahir berarti yang tidak ada sesuatu pun di atas-Nya,

sebagaimana yang ditafsirkan oleh Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa salam :

اللهم أنت الأول فليس قبلك شيء، وأنت الآخرفليس بعدك شيء، وأنت الظاهر فليس فوقك شنيء، وأنت األباطئ فليس دونك شيء.

“Ya Allah, Engkau-lah Yang Maha Awal, maka tidak sesuatu pun sebelum-Mu, Engkau-lah Yang Maha Akhir, maka tidak sesuatu pun setelah-Mu, Engkau-lah Yang Maha t

Tinggi, maka tidak sesuatu pun di atas-Mu, Engkau-lah Yang Maha Dekat, maka tidak ada sesuatu pun yang lebih dekat dari-Mu.” (HR.Muslim: 7064)

Az-Zaahir dalam hadits ini ditafsirkan dengan makna tinggi, maka Allah Ta’ala Maha Tinggi di atas segala sesuatu. Sebagian orang menafsirkan zahir dengan makna tampak. Maksudnya adalah Dia tampak bagi akal berdasarkan bukti-bukti akan keberadaan-Nya dan keesaan-Nya. Maka Dia Zahir berdasarkan dalil-dalil yang menunjukkannya, serta perbuatan-perbuatan-Nya yang menunjukkan ilmu tentang-Nya. Dia adalah zahir, dapat diketahui berdasarkan akal dan dalil. Dia adalah batin, tidak tampak sebagaimana tampaknya segala sesuatu di dunia. Allah Ta’ala Maha Tinggi.

Allah Ta’ala adalah Az-Zahir berdasarkan hikmah dan penciptaan-Nya serta seluruh nikmat-Nya yang telah dia berikan.

Azh-Zhahir juga berarti Yang Mengalahkan dan Maha Tinggi atas segala sesuatu. Zhahirusy syai berarti yang lebih tinggi darinya dan meliputinya dari dalam.

Maha Zhahir (Maha Tinggi) tidaklah berlawanan dengan turunnya Allah ke langit pertama pada sepertiga malam terakhir, karena Dia turun tanpa menyerupai siapa pun, tidak sama dengan turunnya makhluk yang mana ketinggiannya hilang karena turun. Dan Allah , tidak ada sesuatu pun yang lebih tinggi atas-Nya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

”Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ’Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.” (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 1808)

Pengetahuan sifat Zhahiriyyah Allah dan bahwasanya Dia berada di atas hamba-Nya, mengatur segala urusan mereka dan dipanjatkan (dinaikkan) kepada-Nya.

Allah Ta’ala berfirman :

إِلَیۡهِ یَصۡعَدُ ٱلۡكَلِمُ ٱلطَّیِّبُ وَٱلۡعَمَلُ ٱلصَّـٰلِحُ یَرۡفَعُهُۥ

Kepada-Nyalah akan naik perkataan-perkataan yang baik, dan amal kebajikan Dia akan mengangkatnya. [Surat Fathir 10]

Allah Azh-Zhahir Mengetahui yang dirahasiakan, karena Allah Maha Melihat segala yang lahir dan yang bathin, sama saja bagi-Nya, seseorang yang bersembunyi di dalam rumah atau yang berada di tengah jalan di siang hari:

سَوَاۤءࣱ مِّنكُم مَّنۡ أَسَرَّ ٱلۡقَوۡلَ وَمَن جَهَرَ بِهِۦ وَمَنۡ هُوَ مُسۡتَخۡفِۭ بِٱلَّیۡلِ وَسَارِبُۢ بِٱلنَّهَارِ

“Sama saja (bagi Allah), siapa di antara kalian yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari.” (QS. Ar-Ra’d: 10)

Az-Zahir dikaitkan dengan Al-Bathin. Penampakkan disandingkan dengan ketinggian, sebab, semakin sesuatu itu tinggi semakin dia tampak. Masing-masing kata tinggi dan tampak mengandung makna lainnya. Karena itu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidak ada sesuatu pun di atasmu.” Beliau tidak mengatakan, “Tidak ada yang lebih tampak dari-Mu.” Karena Az-Zuhur (tampak) mengandung makna tinggi.

Di dalamnya juga terkandung makna bahwa ilmu Allah meliputi segala sesuatu, dan segala sesuatu menjadi kecil di hadapan kebesaran Allah. Adapun Dia adalah Al-Bathin karena dia mengetahui perkara tersembunyi dan rahasia serta perkara-perkara yang sangat detail.

Rasa takut tidak akan memasuki hati seorang hamba, sepanjang ia tidak melihat bahwa tidak ada seorang pun di atas Allah. Karena tidak ada satu bagian waktu sesedikit apapun kecuali berada dalam pengetahuan, penglihatan, kekuasaan dan kewenangan Allah. Begitu pula tidak ada satu tempat sekecil apapun kecuali berada dalam pengetahuan, penglihatan, kekuasaan dan kewenangan-Nya. Tidak ada satupun pelaku yang melakukan kemaksiatan di satu kurun waktu tertentu, kapanpun dan di tempat manapun, baik yang tersembunyi ataupun terbuka, di dasar laut atau di permukaannya, di langit, di bumi atau di manapun, kecuali pasti di lihat, di awasi dan berada dalam kekuasaan serta ancaman hukum Allah Azza wa Jalla. Demikian juga, tidak ada satupun pelaku yang menegakkan kebenaran serta ketaatan kepada Allah, di satu kurun waktu tertentu, kapanpun serta di tempat manapun; di darat, laut, langit, bumi atau di manapun, kecuali pasti di lihat, di sertai, di bela dan dijanjikan balasan yang baik oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Penulis :

Haidar Andika


ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

PALING POPULER