Rabu, Januari 25, 2023
spot_img
BerandaPenjelasan Asmaul HusnaAR RAFIQ (Yang Maha Lembut)

AR RAFIQ (Yang Maha Lembut)

(الرفيق)

Ar-Rafiq

Yang Maha Lembut

Nabi Shallallahu ‘alihi wasallam bersabda :

إِنَّ اللَّهَ رَفِيْقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الأَمْرِ كُلِّهِ

Sesungguhnya Allah itu Rafiq (Maha Lembut), mencintai kelembutan dalam seluruh urusan/perintah-Nya.” (HR. Al-Bukhari: 6927 dan Muslim: 6766)

Makna Ar-Rafiq :

Ar-Rafiq adalah yang begitu banyak kelembutan-Nya, yang memudahkan segala jalan kebaikan.

Ar-Rafiq berarti yang lembut dan halus dalam berbuat, terkadang berarti menunda dan perlahan-lahan, lawan kata dari kekerasan.

Berdo’a dengan nama Allah Ar-Rafiq :

Do’a Ibadah :
1. Diantara kelembutan Allah ta’ala pada perbuatan-perbuatan-Nya adalah  Dia menciptakan seluruh makhluk-Nya dengan bertahap, sedikit demi sedikit,sesuai dengan kebijaksanaan dan kelemah-lembutan-Nya, meskipun dia mampu untuk menciptakannya dengan sekaligus dalam sekali waktu.

Allah Ta’ala berfirman :

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ مِنْ سُلالَةٍ مِنْ طِينٍ .ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ .ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ .

“dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.” (QS. Al-Mukminun : 12-14)

2. Salah satu bukti kelembutan Allah atas para hamba-Nya adalah kelembutan dalam hukum-hukum, perintah dan larangan-Nya, Allah tidak membebani hamba-Nya dengan perkara yang tidak mampu dilakukan oleh hamba-Nya, serta menjadikan pelaksanaan perintah-Nya itu berdasarkan kesanggupan hamba-Nya. Dia menggurkan banyak perintah-Nya apabila ada kesulitan sebagai bentuk keringanan, kelembutan, dan rahmat-Nya bagi mereka. Allah tak membebankan kewajiban  kewajiban kepada hamba-Nya secara kontan dalam satu waktu, tetapi dia menetapkannya secara bertahap, dari satu kondisi ke kondisi lainnya sehingga hati mereka menerima, wataknya menjadi lembut dan kepatuhan mereka pun sempurna.

3. Bukti kelembutan Allah ta’ala lainnya adalah ketika Allah menangguhkan hukuman-Nya terhadap pelaku dosa dan tidak segera menghukumnya, supaya ia berkesempatan kembali kepada Rabbnya, bertaubat dan kembali ke jalan petunjuk.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman : 

وَرَبُّكَ الْغَفُورُ ذُو الرَّحْمَةِ لَوْ يُؤَاخِذُهُمْ بِمَا كَسَبُوا لَعَجَّلَ لَهُمُ الْعَذَابَ بَلْ لَهُمْ مَوْعِدٌ لَنْ يَجِدُوا مِنْ دُونِهِ مَوْئِلا 

“dan Tuhanmulah yang Maha Pengampun, lagi mempunyai rahmat. jika Dia mengazab mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan azab bagi mereka. tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu (untuk mendapat azab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung dari padanya.” (QS. Al-Kahf : 58)

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِمْ مَا تَرَكَ عَلَيْهَا مِنْ دَابَّةٍ وَلَكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلا يَسْتَقْدِمُونَ 

“Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya.” (QS. An-Nahl : 61)4.

 Setiap muslim hendaklah bersikap rifq(lembut) dalam segala urusan, ucapan dan prilakunya, tidak tergesa-gesa dan ceroboh, karena sifat rifq(lembut) merupakan akhlak yang mulia dan banyak manfaatnya. Tidaklah kelembutan itu ada pada sesuatu kecuali akan menghiasinya dan tidaklah kelembutan tercabut dari sesuatu kecuali akan memperburuknya. Allah akan memberikan karena kelembutan hal-hal(baik) yang tidak diberikan dengan selainnya.Hendaklah seorang muslim bersikap lembut terhadap orang tua, anak, kerabat, temannya dan kepada sesama kaum musimin.

Rasulullah Shallallahu ‘alihi wasallam bersabda : 

إِنَّ الرِفْقَ لَا يَكُوْنُ فِيْ شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ وَلَا يُنْزَعُ فِيْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ

“Sesungguhnya tidaklah kelembutan itu ada pada sesuatu melainkan akan membuatnya indah, dan tidaklah ia dicabut dari sesuatu melainkan akan membuatnya cacat” (HR. Muslim: 6767).

Dari Abu Darda radhillahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alihi wasallambersabda : 

مَنْ أُعْطِيَ حَظَّ مِنَ الرِفْقِ فَقَدْ أُعْطِيَ حَظَّهُ مِنَ الخَيرِ وَمَنْ حُرِّمَ حَظُّهُ مِنَ الرِفْقِ فَقَدْ حُرِّمَ حَظَّهُ مِنَ الخَيْرِ

“Siapa saja yang diberi bagian dari kelembutan sungguh dia telah diberi bagian dari kebaikan, dan barang siapa terhalang dari kelembuatn sungguh dia terhalang dari kelembutan” (HR. At-Tirmidzi: 2013, dishahihkan oleh al-Albani)5. Sikap lembut dan hati-hati adalah dari Allah sedangkan sikap tergesa-gesa dan ceroboh adalah dari syaithan, dan pelakunya hanya akan mendapakan kerugian. 

Dari Anas radhillahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : 

التَأَنِّيْ مِنَ اللَّهِ وَالعَجَلةُ مِنَ الشَيْطَانِ

“Kehati-hatian itu dari Allah dan tergesa-gesa itu dari syaithan” (HR. Abu Ya’la: 4256, dishahihkan oleh al-Albani dalam shahih at-Targhib: 1572)

Do’a permohonan :

Tidak disebutkan nama Ar-Rafiq dalam do’a yang ma’tsur dari al-Qur’an dan as-Sunnah, Namun ia merupakan nama yang digunakan untuk menyanjung dan mengagungkan Allah. Seseorang bisa bertwassaul dengan nama ini agar diberikan kelembutan dalam akhlaknya. 

Demikian semoga bermanfaat. Wallahu a’alam

Sumber bacaan :

1. Asrarul Asma : Muallifah

2. Fiqih al-Asmaul husna : Syeikh Abdurrazzaq al-Badr

3. Al-Asmaul husna wa as-Sifat al-Ula : Syeikh Abdul Hadi bin Hasan Wahbi.

Komplek masjid Al-Bayaan, cianjur, 29 Rabiul Akhir 1441 H / 25 Desember 2019

Oleh : Ade Abdurrahman

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

PALING POPULER