PROPAGANDA PENDUKUNG KEBATILAN TERHADAP DOA-DOA BATIL DENGA MENGGUNAKAN CERITA-CERITA YANG DIBUAT-BUAT

Urgensi ikhlas dalam doa adalah syarat penting di antara syarat-syarat penerimaan doa, tidak adanya ikhlas kepada Allah Subhana wata’ala termasuk sebesar-besar kesemena-menaan dan permusuhan, kehinaan dan kerendahan. Sama saja dalam hal itu orang berdoa kepada selain Allah subhana wata’ala secara tersendiri, atau menjadikannya perantara antara dirinya dengan Allah Subhanwata’ala. Sungguh yang demikian termasuk sebesar-besar dosa dan sehebat-hebat kesesatan. Allah subhana wata’ala berfirman:

وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَنْ لا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ

dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?

Di sini terdapat perkara yang mesti diberi perhatian serius, yaitu sekelompok pelaku kesesatan dan penyembah kubur, bangunan di kubur, dan kubah-kubah di kubur, terkadang mengaburkan bagi kaum muslimin awam dan manusia-manusia bodoh, pada permasalahan ini dengan menyebut sebagian kisah-kisah serta berita-berita, bahwa si fulan berdoa di sisi kubur fulan dan doanya di kabulkan. Atau sekelompok orang berdoa di sisi kubur-kubur sejumlah nabi dan orang-orang shalih, dan doa mereka dikabulkan. Seperti perkataan mereka, “sungguh kubur fulan telah terbukti (dikabulkan doa padanya).” Begitu pula klaim mereka bahwa di sisi kubur niscaya kesalahan-kesalahan dimaafkan, doa-doa dikabulkan, dan rahmat turun berkesinambungan. Sebagian mereka mengklaim melihat dalam mimpi berdoa di kubur sebagian syekh. Lalu sejumlah orang telah membuktikan pengabulan doa di sisi kubur tertentu. Dan selain itu yang sengaja dikaburkan oleh pelaku kesesatan atas sebagian orang awam di antara kaum muslimin. Mereka memalingkan kaum muslimin. Mereka memalingkan kaum muslimin dengan sebab itu dari tauhid yang murni, keyakinan yang benar, dan kepercayaan terhadap Allah Subhana wata’ala, menuju keterpautan kepada kubur, berdiam lama padanya, mohon pertolongan terhadap penghuninya, dan berdoa kepada mereka selain Allah.

Tidak diragukan lagi, kisah-kisah dan hikayat-hikayat memiliki pengaruh sangat besar dalam hati orang-orang awam dan minim pengetahuan agama. Berapa banyak hal itu menjerumuskan mereka dalam sejumlah kesesatan dan berbagai jenis kebathilan. Hanya saja hujjah itu dari adalah kitab Allah Subhana wata’ala dan sunnah Rasul Shalallahu ‘alahiwasallam. Bukan pada hikayat-hikayat, kisah-kisah buatan, dan berita-berita palsu.

Al-Iman Al-Allamah Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyah berkata:” Di antaranya (yakni perkara-perkara yang menghantarkan kepada perbuatan kebathilan), hikayat-hikayat yang disampaikan kepada mereka dari kubur-kubur tersebut, bahwa si fulan memohon pertolongan pada kubur tertentu, karena suatu kesulitan yang menimpanya, lalu dia dibebaskan dari hal itu. Fulan berdoa kepada kubur itu atau berdoa melalui perantaraanya dalam suatu kebutuhan lalu dipenuhi kebutuhannya….,. cerita-cerita seperti ini sangatlah banyak di antara pengagung kuburan. Dan mereka adalah sedusta-dusta makhluk atas orang yang hidup maupun orang-orang mati..” hingga akhir perkataan beliau Rahimahullah.

Apa-apa yang bukan bagian agama di masa Nabi Shalallahu ‘alahi wasalam dan sahabat-sahabatnya, maka bukan pula agama hari ini, dan tidak juga menjadi bagian agama hingga hari kiamat. Perkara menyengaja berdoa di kuburan tidaklah disebutkan pada satupun ayat muhkam, tidak juga sunnah Nabi yang diikuti, dan tidak pula dinukil pembolehannya dari tiga generasi utama yang dipuji Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Kemudian, kebanyakan dari hikayat-hikayat dan mimpi-mimpi yang diriwayatkan tentang persoalan ini, tidak terbukti kebenarannya dari sumbernya, akan tetapi sekedar perkataan-perkataan tak bersumber didustakan, dan dibuat-buat. Terutama sekali dari mereka yang dinisbatkan kepada sebagian ahli ilmu atau yang lainnya. Kemudian, pengaruh-pengaruh itu terkadang berasal dari setan, bisa saja setan menampakan diri kepada mereka dalam bentuk orang yang mereka agungkan, atau menyakininya, atau menisbatkan diri padanya. Semoga Allah melindungi kita dari ketegelinciran dan memberi taufik kepada kita  menuju perkataan yang tepat dan amalan yang benar.

Oleh : Zakuan Muktar Lc, M.Ag.

Diringkas dari kitab Fiqih Do’a Dan Dzikir syekh Abdurrazzak hafizhahullah Ta’ala

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here