PERINGATAN TERHADAP DOA BID’AH

Doa merupakan bentuk sebuah ibadah dan ketaatan kepada Allah. Seorang muslim dituntut untuk mengikuti sunnah Rasulullah dalam setiap ibadah, termasuk di dalamnya berdoa. Petunjuk Rasulullah merupakan sebaik-baik petunjuk, sebagaimana Rasulullah selalu mengatakannya dalam setiap awal khutbah jumat yang beliau sampaikan. Beliau mengatakan :

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ, وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ, وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ, وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Petunjuk Nabi ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam dalam berdoa sangat sempurna. Tidak ada suatu kebaikan pun dalam berdoa kecuali telah dijelaskan oleh nabi. Allah Azza wa Jalla berfirman,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu. (QS. Al-Maidah: 3)

Nabi ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam telah menjelaskan doa-doa dalam setiap waktu dan keadaan tertentu, menjelaskan doa-doa mutlaq dan muqoyyad, serta waktu-waktu maupun tempat-tempat yang utama untuk berdoa. Bahkan seluruh doa-doa yang diajarkan oleh Nabi sudah mencakup seluruh keadaan hidup manusia, seperti di saat senang, sedih, sehat, sakit, nikmat, musibah, safar ataupun muqim.

Nabi ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam telah mengajarkan kepada umatnya, seluruh doa-doa terbaik yang bisa diucapkan oleh seorang muslim dalam setiap keadaan. Tidak ada sedikitpun doa-doa yang bisa mendekatkan diri kepada Allah untuk mendapatkan kebaikan di dunia maupun di akhirat kecuali pasti telah diajarkan oleh Nabi ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam.

Nabi ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

إنه لم يكن نبي قبلي إلا كان حقا عليه أن يدل أمته على خير ما يعلمه لهم، وينذرهم شر ما يعلمه لهم

“Sesungguhnya tidak ada seorang Nabi pun sebelumku, melainkan wajib baginya untuk menunjukkan kepada umatnya kebaikan yang ia ketahui untuk mereka, serta memperingatkan mereka dari keburukan yang diketahui bagi mereka.” (HR. Muslim)

Suatu hal yang mengherankan adalah adanya sebagian kaum muslimin yang tidak menggunakan doa-doa yang telah shahih riwayatnya dari Nabi ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam. Padahal buku-buku doa dan dzikir yang menyebutkan riwayat yang shahih dari Nabi ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam telah banyak dicetak dan beredar di tengah kaum muslimin. Mereka justru menggunakan doa-doa bid’ah yang dibuat-buat oleh orang-orang yang berlebih-lebihan dalam doa, dan tidak menggunakan riwayat yang shahih dari Nabi ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam. Hal ini menjadikan manusia meninggalkan doa-doa yang disunnahkan untuk dibaca, karena diantara bahaya kebid’ahan apabila dilakukan, akan menghilangkan sebuah sunnah yang semisal. Hal ini sebagaimana pernyataan seorang tabi’in, Hasan bin ‘Athiyah. Beliau mengatakan,

ما ابتدع قوم بدعة في دينهم إلا نزع الله من سنتهم مثلها ولا يعيدها إليهم إلى يوم القيامة

“Tidaklah suatu kaum melakukan suatu perkara yang diada-adakan dalam urusan agama mereka (bid’ah) melainkan Allah akan mencabut suatu sunnah yang semisal dari lingkungan mereka. Allah tidak akan mengembalikan sunnah itu kepada mereka sampai kiamat” (Sunan Ad-Darimi)


Sumber :

Fikih doa dan Dzikir Syaikh Abdurrozzaq bin Abdil Muhsin

Website : almanhaj.or.id, muslim.or.id

Cianjur, 30 September 2020

Oleh : Muhammad Abu Alif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here