Pengaruh Asma’ul Husna terhadap Diri Manusia

Bahwa nama Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat berpengaruh besar terhadap perubahan diri manusia.

 Karena inti manusia adalah hatinya, apabila hatinya berubah, maka seluruh anggota badannya berubah pula. Sebagaimana dalam hadits yang shahih, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْب

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Hati adalah pusat perubahan manusia. Maka Asma’ul Husna adalah ilmu yang ditanam di dalam hati manusia yang membuahkan kebaikan-kebaikan pada lisan manusia dan anggota badan manusia. 

Allah Ta’ala perumpamakan hal tersebut sebagai pohon yang baik, yang memberikan buah setiap saat dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala. 

(أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ * تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ)

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,  pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. [Qs. Ibrahim : 24 – 25]

Maka ketika manusia meyakini dan memahami nama-nama Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka dia akan merasakan kebaikan dalam hatinya.

Pengaruh Asma’ul Husna pada diri manusia diantaranya:

1. Menimbulkan rasa cinta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ketika manusia mengenal nama Allah ar-Rahmàn dan ar-Rahìm  dan nama-nama yang berkaitan dengan kebaikan Allah, maka dia akan mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala karena manusia difitrahkan untuk mencintai kebaikan. 

Sebagaimana Imam Ibnu Qayyim al- Jauziyah mengatakan:

من عرف الله بأسمائه وصفاته وأفعاله أحبه لا محالة

“Barang siapa yang mengenal Allah dengan nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya dan pekerjaan-pekerjaan-Nya, maka dia akan mencintai Allah dengan kecintaan yang tiada taranya.”

2.Asma’ul Husna membuahkan rasa takut kepada Allah Ta’ala, di dalam diri manusia kepada Allah Ta’ala.

Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

(ۗ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ)

“Sesungguhnya orang yang takut kepada Allah di kalangan hamba-Nya hanyalah orang-orang yang berilmu.” [Qs. Fathir : 28]

Imam Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini mengatakan:

“Yaitu mereka orang-orang yang berilmu yang mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (Tafsir ibnu katsir:  3/553)

Sebagaimana Imam Ibnu Jarir ath-Thabari mengatakan, yang dimaksud ulama di sini  yaitu ulama yang mengenal kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala ( Tafsir Jaami’l Bayaan:  22/1493)

karena semakin mengenal nama Allah, mengenal sifat-sifat-Nya, akan menghadirkan rasa takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

3. Asma’ul Husna menimbulkan rasa harap kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ketika manusia mengenal nama-nama Allah yang berkaitan dengan ampunan-Nya, pemaafan-Nya, maka dia akan terus meminta ampunan kepada Allah, tidak akan berputus asa dari dosa-dosa yang dia kerjakan karena Allah al-Ghafuùr (Dzat Yang Maha Pengampun), at-Tawwàb (Dzat Yang Maha Pemberi Taubat)

Penulis : Haidar Andika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here