Asy-Syaafii (الشافي)

Yang Maha Menyembuhkan

Asy-Syafi merupakan merupakan salah satu nama yang dikokohkan di dalam as-Sunnah nabawiyah, diriwayatkan dari Aisyah radhiallahu anha, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam meminta pertolongan kepada Allah azza wa jalla bagi keluarganya, seraya mengusapnya dengan tangan kanan dan berdo’a :

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ البَأْسَ وَاشْفِهِ وَأَنْتَ الشَافِيْ لَا شَفَاءَ إلّا شِفَاءُكَ شِفَاءً لايُغَادِرُ سَقَمًا

“Ya Allah, Engkaulah Rabb manusia. Hilangkanlah penyakitnya, dan sembuhkanlah dia. Engkaulah yang maha menyembuhkan (penyakit). Tiada kesembuhan terkecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sedikitpun penyakit.”

Makna Asy-Syafi adalah yang mendatangkan kesembuhan dari segala jenis penyakit, yaitu kesembuahan dari penyakit hati seperti syubhat(asumsi keliru), keragu-raguan, hasad, dendam, dan penyakit hati lainnya, begitu kesembuhan dari segala penyakit fisik.

Berdo’a dengan nama Asy-Syaafii

Do’a Ibadah :

  • Tidak ada yang menyembuhkan secara mutlak kecuali Allah :

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ



“dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan Aku” (QS. Asy-Syu’ara : 80)

Maka kesembuhan hanya dengan-Nya dan hanya dari-Nya. Seluruh obat-obatan hanyalah sebab yang Allah jadikan sebagai faktor yang melahirkan kesembuhan bagi seseorang. Tidak ada yang menciptakan kesehatan kecuali Allah, maka tidak layak menisbatkan/menyandarkannya kepada benda mati seperti obat. Dan jika Allah berkehendak, niscaya Allah mampu menciptakan kesembuhan tanpa sebab, namun hikmah dalam sunnatullah menetapkan bahwa sebuah akibat berggantung kepada sebabnya, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda:

مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً

“Tidaklah Allah menurunkan penyakit, melainkan Dia menurunkan bersamanya Obat”. (HR. Al-Bukhari : 5678),

Dan diperkuat dengan sabda beliau yang lain :

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ

“Setiap penyakit ada obatnya” (HR. Muslim: 5871)

  1. Berobat tidak berlawanan dengan tawakal kepada Allah, sebagaimana tawakkal tersebut tidak berlawanan dengan makan untuk menghilangkan lapar. Begitu pula menghindari seluruh hal yang membahayakan lapar. Begitu pula menghindari seluruh hal yang membahayakan dengan do’a memohon perlindungan dan dijauhkan dari keburukan.

Dalam al-musnad dan kitab hadits lainnya disebutkan hadits dari Usamah bin Syuraik radhiallahu ‘anhu, Ia berkata:

“Aku pernah berada disamping Rasulullah, lalu datanglah serombongan arah badui. Mereka bertanya: Ya Rasulullah, bolehkah kami berobat? Beliau menjawab: “tentu, wahai hamba Allah, berobatlah. Sebab tidaklah Allah meletakan sesuatu penyakit melainkan menurunkan pula obatnya, kecuali satu penyakit.” mereka bertanya: Penyakit apa itu? “Penyakit tua.” Jelasnya. Di dalam riwayat lain disebutkan: “Sungguh, Allah tidak menurunkan sebuah penyakit melainkan Dia menurunkan obatnya. Ada yang mengetahui obatnya dan ada yang tidak mengetahui obatnya” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Hibban, serta al-Hakim, dan lainnya)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjelaskan beberapa objek kesehatan, diantaranya: Buah kam’ah, Habbatus sauda, Hijamah(bekam), Madu, kurma.

  • Kesembuhan, dibutuhkan oleh hati, sebagai mana badan membutuhkannya:

قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ

“perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah : 14)

Kesembuhan hati adalah dengan al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

 “Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus : 57)

Allah juga berfirman:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

 “dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Isra : 82)

 قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ

 “… Katakanlah: “Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin…” (QS. Fushsilat : 44)

Doa Permohonan :

  1. Diantara do’a Nabi shallallahu ‘aliahi wasallam jika beliau mengunjungi seorang yang sakit adalah :

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اِشْفِهِ وَاَنْتَ الشَافِي لَا شِفَاءَ إلَّا شِفَاءُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

“Wahai Rabb manusia Hilangkanlah penyakit, sembuhkanlah, Engkau-lah Asy-Syaafii (yang maha menyembuhkan), tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak menyisakan sakit.” (HR. Abu Dawud: 3885, dishahihkan oleh al-Albani)

  • Jibril ‘alihis salam meruqyah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saat beliau sakit :

بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقيْكَ، مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عيْنٍ حَاسِدٍ اللَّهُ يَشْفِيْكَ بِاسمِ اللَّهِ أَرْقِيْكَ.

“Dengan menyebut nama Allah aku meruqyahmu dari segala hal yang menyakitimu, dari kejahatan setiap yang bernyawa, atau mata yang dengki, semoga Allah menyembuhkan, dengan Nama Allah aku meruqyahmu.” ( HR. Muslim : 5829)

Demikian semoga bermanfaat. wallahu a’lam.

Cianjur, 23 Rabiul Akhir 1441 H / 21 Desember 2019

Oleh : Ade Abdurrahman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here