Nama Allah Al-Qaahir (Yang Maha Berkuasa)

Pengaruh Nama Alllah Al-Qaahir Terhadap Kematian

Nama ini disebutkan dalam Al-Qur’an 2 kali diantaranya Allah berfirman dalam Surat Al-An’am/6:18:

وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ

dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya…

Makna Al-Qaahir  berarti  berkuasa atas alam semesta dan tunduk kepada-Nya semua makhluk hidup. Seluruh materi dan unsur yang ada di alam baik di atas maupun bawah tunduk di bawah kekuasaan dan kehendak-Nya. Tidaklah tercipta sesuatu yang baru dan tidak pula berhenti sesuatu, melainkan dengan izin-Nya. Apa yang dia kehendaki, maka akan terjadi dan apa yang tidak Dia kehendaki, maka tidak akan terjadi.

Dan nama ini  Al-Qaahir, disebutkan dengan sighah mubalaghah dengan Al-Qahaar, yang memiliki makna yang lebih tinggi dan agung daripada Al-Qaahir walaupun semua nama Allah memiliki makna tinggi, keagungan dan kesemurnaan.

Konsekwensi nama ini  beriman dengan-Nya yaitu bahwa seluruh makhluk lemah dan butuh kepada Allah, mereka tidak memiliki bagi diri mereka masing-masing apa yang bermanfaat dan berbahaya, tidak pula memiliki kebaikkan maupun keburukan karena akan kesempurnaan kehidupan-Nya, keperkasaan-Nya, dan kekuasaan-Nya.

Sesungguhnya iman kepada kekuasaan Allah ‘Azza wa Jalla yang ditunjukan nama Allah Al-Qaahir memiliki pengaruh yang ketetapan sifat ini bagi Allah Azza wa jalla dihitung sebagai salah satu  saksi akan keesaan-Nya, dan sebuah bukti dari sekian bukti keesaan-Nya dalam hal uluhiyah satu-satunya yang berhak untuk diibadahi, dan bukti akan batilnya kesyirikan dan tandingan-tandingan selain Allah yang lemah.

Adapun doa ibadah dengan nama ini bahwa kematian merupakan salah satu bentuk dari kekusaan Allah yang maha berkuasa terhadap seluruh makhluk, bahwasanya semua mati tidak ada yang mampu menolaknya begitu juga terhadap mereka sendiri, dan Allah mengingatkan akan nama dan sifatnya ini sebagaimana disebutkan dalam Surat Al-An’am/6:61:

وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لا يُفَرِّطُونَ

dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat- Malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.

Dengan demikian walaupun mereka memiliki kekuatan dan kekuasaan setinggi apa pun, dan dimanapun mereka berada walaupun dalam ruang yang sangat kokoh, pasti kematian akan datang menjempunya. Seperti firmannya dalam Surat Al- Nisa/4:78:

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوج

 di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, Kendatipun kamu di dalam benteng yang Tinggi lagi kokoh, …

Begitu juga dari sebab-sebab kematian dan apa yang menimpa mereka dari sakit, wabah, musibah/bencana, dan azab, yang tidak ada yang bisa menolaknya, walaupun itu terhadap diri mereka sendiri, ysng merupakan hal yang digunakan oleh Allah untuk mengalahkan manusia. Dengan demikian apabila telah mengetahui dengan pasti akan adanya kematian, maka mejauhi sikap menekan dan menzalimi yang lemah karena ada yang maha kuasa diatasnya yang melarang perbuatan tersebut. Maka bulan Ramadhan yang berkah ini dengan memperbanyak do’a dan dengan yakin Allah akan mengabulkan do’anya. Yang merupakan ibadah yang menunjukan kelemahan dihadapan-Nya sehingga Allah mencintainya.

Doa mas’alah dengan nama ini tidak ditemukan, namun secara umum bahwa semua nama Allah dapat berdoa dengan-Nya dan memuji serta mengagungkan-Nya didalam doa yang dipanjatkan, dan meminta pertolongan  kepada Allah yang maha Al-Qaahir ketika berada dalam tekanan dan kezhaliman orang lain.Wallahu’alam.

Penyusun: Dzakwan Mukhtar B.A.

Sumber   :

1. Fiqih Asma’ul Husana

2. The Miracle of  Asmaul Husna

.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here