Al-Fattah (Yang Maha Memberi Keputusan)

Nama Allah Subhanahu wa Ta’ala Al-Fattah memiliki tiga makna.

Pertama, Allah Subhanahu wa Ta’ala pemberi keputusan dan hukum yang ditetapkan kepada hamba-hambanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala menetapkan hukum bagi manusia dengan syariat-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menetapkan pahala bagi orang-orang yang taat serta menetapkan adzab dan hukuman bagi para pelaku maksiat. Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Yang Maha Memberi Keputusan baik di dunia maupun di akhirat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ وَهُوَ الْفَتَّاحُ الْعَلِيمُ

Katakanlah: “Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. dan Dia-lah Maha pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui”. QS. Saba’: 26

رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ

Ya Tuhan Kami, berilah keputusan antara Kami dan kaum Kami dengan hak (adil) dan Engkaulah pemberi keputusan yang sebaik-baiknya. QS. Al-A’rof: 89

Ibnu Katsir mengatakan ketika menafsirkan ayat ini, maknanya adalah pisahkanlah antara kami dan kaum kami dan tolonglah kami atas mereka. Sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik hakim karena Engkau tidak pernah berlaku dzalim selamanya.

Maka pada ayat pertama Allah Subhanahu wa Ta’ala menunjukkan keputusan-Nya pada hari kiamat, sedangkan pada ayat kedua Allah Subhanahu wa Ta’ala menunjukkan keputusan-Nya di dunia dengan cara menampakkan kebenaran serta menolong para pemeluknya, serta menghinakan kebathilan dan para pelaku kebathilan. 

Kedua, Allah Subhanahu wa Ta’ala membukakan pintu-pintu rizki, kebaikan serta keberkahan bagi hamba-hamba Nya.

مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا

Apa saja yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, Maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya. QS. Fathir: 2

Ketiga, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan pertolongan kepada hamba-hamba Nya yang beriman. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan pertolongan kepada setiap hambanya yang terdzalimi. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

إِنْ تَسْتَفْتِحُوا فَقَدْ جَاءَكُمُ الْفَتْحُ

Jika kamu (orang-orang musyrikin) mencari keputusan, maka telah datang keputusan kepadamu. Al-Anfal: 19.

Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha membuka manfaat agama dan dunia, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan kelembutannya memberikan hidayah bagi manusia dan membukakan pintu-pintu hati hamba-Nya untuk mengenal asmaul husna serta hakikat keimanan, yang dapat memperbaiki keadaan hidup mereka. Hanya Allah Subhanahu wa Ta’alalah yang dapat membukakan seluruh pintu-pintu yang tadinya tertutup.

Diantara pintu-pintu yang dibukakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi hambanya adalah :

Pertama, Allah Subhanahu wa Ta’ala membukakan bagi nabi kita Muhammad Shallallahu alaihi wasallam cara memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hari kiamat, serta membukakan pintu syafaat baginya.

Sebagaimana diriwatkan oleh Imam Al-Bukhori dari Abu Hurairah, Nabi bersabda

ثُم يفتح الله عليَّ ويُلْهِمني مِن محامده وحسنِ الثناء عليه شيئًا لم يفتحهُ لأحد قبلي، ثم يقال: يا محمد ارفع رأسَك، سَلْ تُعْطَه، اشفع تشفع

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi ilham padaku dengan pujian dan sanjungan untuk-Nya yang belum pernah Allah Subhanahu wa Ta’ala beritahukan kepada seorang pun sebelumku. Kemudian aku tersungkur bersujud dihadapan-Nya.  Lalu Dia berfirman, ”Wahai Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, angkatlah kepalamu, katakanlah pasti engkau akan didengar, mintalah pasti engkau akan diberi, berilah syafa’at pasti akan dikabulkan” HR. Bukhari

Kedua, Allah Subhanahu wa Ta’ala membukakan pintu taubat bagi hamba-hambanya yang tergelincir. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala bahagia tatkala ada hamba Nya yang berbuat maksiat kemudian bertaubat kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nabi bersabda :

إن الله عز وجل يبسط يده باليل ليتوب مسىء النهار، ويبسط يداه بالنهار ليتوب مسيء اليل، حتى تطلع الشمس من مغربها

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala membentang tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat orang-orang yang berbuat dosa di siang hari. dan membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang-orang yang berbuat dosa di malam hari. Hingga matahari terbit dari arah barat.” (HR. Muslim dari Abu Musa radhiallaahu ’anhu)

Ketiga, Allah Subhanahu wa Ta’ala membukakan pintu-pintu langit untuk menurunkan keberkahan berupa hujan dan kebaikan lainnya. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Al-A’rof: 96

Keempat, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membukakan pintu untuk beramal shalih bagi hamba Nya yang beriman sebelum wafatnya.

((إذا أراد اللهُ بعبده خيرًا عسله)) قيل: وما عسله؟ قال: ((يفتح اللهُ له عملًا صالحًا قبل موته، ثم يَقبضه عليه))

“Apabila Allah Subhanahu wa Ta’ala menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala memberinya ’asal. Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, apa maksud ‘asal dari-Nya?’ Beliau bersabda, “Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan taufiq untuk beramal soleh, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala cabut nyawanya dalam keadaan husnul khotimah.” (HR. Ahmad).

Penulis: Muhammad Abu Alif

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here